SOROT

Gerhana Bulan Total, Ada Kekuasaan dan Kekuatan yang Sangat Besar

Dalam Islam, fenomena terjadinya gerhana bulan adalah tanda sebagian dari kekuasaan Allah SWT. Penjelasan ini terdapat di dalam sebuah hadis

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
zoom-inlihat foto Gerhana Bulan Total, Ada Kekuasaan dan Kekuatan yang Sangat Besar
Dok
Kisdiantoro, Wartawan Tribun Jabar

Oleh Kisdiantoro
Wartawan Tribun Jabar

Ribuan orang takjub lalu bertakbir mendapati fenomena langka gerhana bulan total, Rabu (31/1) malam. Sebagian dari mereka sengaja mendatangi tempat pengamatan proses terjadinya gerhana melalui teleskop.

Gerhana bulan semalam gaungnya sudah tersiar sejak Desember tahun lalu. Sebeb, pada 3 Desember 2017, ada fenomena supermoon atau purnama besar karena poisi bulan sangat dekat dengan bumi.

Para astronom mengabarkan, fenomena supermoon itu juga kembali terjadi pada akhir Januari 2018, mengiringi terjadinya gerhana bulan.

Kehebohannya bertambah karena selain terjadi gerhana bulan, supermoon, semalam juga terjadi blood moon dan blue moon. Blood moon karena bulan terlihat kemerahan, blue moon karena bulan mengalami purnama dua kali di Januari ini.

Fenomena langka yang terjadi setelah 152 tahun itu, juga memiliki dampak pada naiknya permukaan air laut. Gempa pun berpotensi terjadi. Sebab, saat terjadi super blue moon atau purnama kedua, posisi bumi yang segaris dengan matahari dan bulan mengakibatkan gravitasi bulan dan matahari terintegrasi. Akibatnya, pasang air laut menjadi maksimal.


Sebagian orang bergembira bisa menyaksikan super blue moon setelah gerhana. Sebagian lainnya merasa takut. Takut jika gerhana berlangsung sangat lama, berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun.

Dalam tinjauan astronomi, jika bumi dalam waktu yang lama, mungkin sepekan, tidak mendapati cahaya matahari karena hari-hari menjadi gelap, maka suhu bumi akan sangat dingin hingga di minus 100 derajat. Dan jika peristiwa gelap ini berlanjut hingga bertahun-tahun maka bumi bisa membeku dan kehidupan manusia pun mulai sirna.

Agar gerhana tidak berlangsung lama, dalam tradisi jawa ada "tumbuk lesung." Sejumlah warga membunyikan tempat untuk menguliti padi berbarengan. Tradisi ini dimaknai sebagai usaha untuk mengusir raksasa jahat yang hendak menelan bulan. Setelah sang raksasa jahat itu pergi, terbitlah purnama yang menggembirakan semua manusia.

Baca: Polda Jabar Akan Telusuri Kepemilikan Tiga Sedan Mewah Milik TSK PT SBL

Dalam Islam, fenomena terjadinya gerhana bulan adalah tanda sebagian dari kekuasaan Allah SWT. Penjelasan ini terdapat di dalam sebuah hadis Rasulullah Muhammad SAW yang menyebutkan, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang.”

Artinya, di luar kekuasaan manusia, ada kekuasaan dan kekuatan yang sangat besar yang dapat mengendalikan pergerakan bumi, bulan, dan matahari. Dan atas kekuasaan-Nya, Allah SWT mampu memperlakukan ketiganya sekehendaknya, termasuk menjadikan gerhana dalam waktu yang sangat lama.

Baca: Diberlakukan Operasi Simpatik, Pengemudi Taksi Online Protes

Maka, umat Islam dianjurkan untuk terus berdoa, melaksanakan salat gerhana, dan bersedekah jika mendapati gerhana. Itu pula yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW saat mendapati gerhana. Dia berjalan cepat dalam ketakutan, lalu menuju masjid untuk salat dan berdoa kepada Allah SWT.

Fenomena gerhana bulan dan purnama besar itu, tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga mengingatkan kepada umat manusia bahwa di luar dirinya ada kekuasaan yang sangat besar. Kekuasaan yang menggenggam langit dan bumi, termasuk kehidupan manusia.

Jika ada kekuasaan dankekuatan yang lebih hebat dibandingkan kekkuasaan manusia, mengapa kita harus sombong?(*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved