TribunJabar/

Penelan Jarum Pentul Seri II di Sumedang Harus Ulangi Adminstrasi Jika Pakai BPJS

Putrinya, Irma Sopiani (16), masih berjuang untuk mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Penelan Jarum Pentul Seri II di Sumedang Harus Ulangi Adminstrasi Jika Pakai BPJS
seli andina miranti/tribun jabar
Enur, ibu Irma, sedang menerima petugas kepolisian yang bertamu dan menanyakan kondisi Irma 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Enur Karyati menggenggam ponselnya erat-erat.

Sesekali ibu rumah tangga berusia 35 tahun tersebut menjawab pertanyaan petugas kepolisian yang bertamu ke rumahnya.

Meski begitu, atensi utamanya tetaplah pada ponsel hitam yang digenggamnya, ibu tiga anak itu sedang menunggu kabar dari suami dan anaknya yang sedang berada di RS Hasan Sadikin, Bandung.

Putrinya, Irma Sopiani (16), masih berjuang untuk mendapatkan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Baca: Hati-hati Moms, Difteri Sedang Mewabah: Ini Cara Menghindarkan Anak dari Difteri

Baca: Shohei Matsunaga Hengkang, Ini 5 Pemain yang Paling Pas Gantikan Winger Jepang Itu

Baca: Pria Ini Sengaja Mencuri Agar Masuk Penjara, Alasannya Miris Sekaligus Bikin Ketawa
Senin (4/12) lalu, Irma tanpa sengaja menelan jarum pentul pengait kerudungnya saat sedang berada di sekolah.

Diketahui dari hasil rontgen Irma yang dilakukan di RSUD Sumedang, jarum pentul tersebut bersarang di paru-parunya sehingga gadis ceria itu harus dirujuk ke RS Hasan Sadikin.

Ketika ditemui Tribun Jabar di kediamannya di Dusun Ciseureuh, Rt03/ Rw05, Desa Kadakajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Kamis (7/12/2017), Enur Karyati mengungkapkan bahwa hari ini adalah kali kedua Irma ke RS Hasan Sadikin.

"Sebelumnya kan dibawa ke Puskesmas Tanjungsari oleh pihak sekolah, terus dirujuk ke RSUD Sumedang," ujar Enur Karyati.

Dikarenakan peralatan yang tidak memadai, putri sulungnya itu dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sayangnya, saat itu, keluarga Enur belum memiliki BPJS sehingga dirujuk sebagai pasien umum dan harus membayar penuh biaya kesehatan.

"Kami kemudian membuat BPJS, harapannya Irma bisa meneruskan pengobatan pakai BPJS jadi ada keringanan biaya," ujar Enur Karyati.

Namun, rupanya bila beralih menjadi pasien BPJS, Irma harus mengulang administrasi pengobatan sehingga harus mengulang rujukan ke RSUD Sumedang.

Kini, Irma akhirnya dapat kembali berobat ke RS Hasan Sadikin sebagai pasien BPJS, Enur berharap Irma dapat segera mendapatkan pengobatan untuk mengangkat jarum pentul yang bersarang di tubuhnya.

"Doakan saja, semoga dipermudah dan segera operasi," ujar Enur.(*)

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help