Ayah Kaget Menerima Telepon dari Putranya yang Telah Dimakamkan 11 Hari, ini Fakta Sebenarnya

Tidak dinyana, 11 hari setelah pemakaman, Frank menerima telepon dari seorang temannya yang bilang putranya masih hidup.

Penulis: Indan Kurnia Efendi | Editor: Indan Kurnia Efendi
Via Unilad
Frank J Kerrigan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Indan Kurnia

TRIBUNJABAR.CO.ID - Seorang ayah mendadak kaget saat menerima panggilan telepon dari putranya.

Padahal putranya tersebut sudah dimakamkan 11 hari sebelum panggilan telepon itu dilakukan.

Kronologinya bermula saat Frank J Kerrigan (82) asal California, Amerika Serikat dibertiahu oleh Orange County bahwa anaknya, Frank M Kerrigan, telah ditemukan meninggal di jalanan, melansir dari Unilad.

Baca: Penyanyi Senior Hamdan ATT Dirawat di ICU RS Polri, Ini Penyakit yang Dideritanya

Putra Frank J Kerrigan diketahui menderita gangguan mental dan tidak mempunyai tempat tinggal.

Pada 6 mei 2017, Frank J Kerrigan mendatangi tempat di mana putranya tersebut ditemukan tak bernyawa.

Karangan bunga pun diletakan di sana.

Selang beberapa hari, keluarga Frank J Kerrigan menggelar prosesi pemakaman.

Makam anaknya tersebut bertempat sekira 150 kaki dari makam ibunya.

Frank J Kerrigan memegang foto putranya, Frank M Kerrigan
Frank J Kerrigan memegang foto putranya, Frank M Kerrigan (Unilad)

Tidak dinyana, 11 hari setelah pemakaman, Frank menerima telepon dari seorang temannya.

Frank diberitahu bahwa anaknya yang berusia 57 tahun itu masih hidup.

Baca: Astaga! Seorang Ayah Mendapat Telepon dari Anaknya yang Sudah Dikuburkan

Teman Frank memberikan telepon kepada sang anak dan benar saja Frank M Kerrigan masih sehat seperti biasanya.

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata Orange County telah salah melakukan identifikasi mayat.

Frank kemudian memilih jalur hukum atas kejadian yang telah menimpa dirinya tersebut.

Frank memang bahagia mendengar putranya masih hidup, tapi masih ada kerugian uang yang dideritanya.

Pasalnya pada saat menguburkan jenazah yang awalnya diduga sang putra memakan biaya 20 ribu dolar.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved