TribunJabar/

Kuliner Bandung

Wedang Ronde Sajian Sempurna Kala Cuaca Dingin

HANGAT di mulut, begitu pula di perut. Itulah sensasi yang dirasakan setelah menikmati Wedang Ronde

Wedang Ronde Sajian Sempurna Kala Cuaca Dingin
ISA RIAN FADILAH
Wedang Ronde 

Laporan Isa Rian Fadilah

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - HANGAT di mulut, begitu pula di perut. Itulah sensasi yang dirasakan setelah menikmati Wedang Ronde Burangrang. Kelembutan ronde begitu terasa. Apalagi setelah lidah menjangkau isi di dalamnya, terasa kacangnya yang manis.

Wedang Ronde Burangrang sudah dikenal masyarakat sejak 1984. Sebelumnya dinamakan Wedang Ronde Amelia. Sebulan ini setelah menempati foodcourt San Fransisco di Jalan Burangrang, namanya berubah menjadi Wedang Ronde Burangrang. Hingga kini, makanan ini pun tak banyak berubah. Jika dulu penikmatnya hanya bisa menikmati isian kacang, kini keju dan ubi ungu pun bisa didapat.

Ada dua ukuran ronde yang bisa dipilih. Yang kecil sebesar kelereng tak berisi apapun. Isian rasa hanya ada di ronde besar. Keduanya bisa disajikan bersama, tentunya dengan wedang jahe yang sedikit kental.

Ronde kacang masih terus dipertahankan hingga kini. Sebelum dibuat menjadi ronde, kacang tanah disangrai lalu dikupas kulitnya. Setelah bersih, kacang diaduk dalam blender dengan gula putih.

Sedangkan kulit ronde dibuat dari ketan putih. Ketan direndam di air biasa selama enam hingga tujuh jam. Setelah itu ketan dibilas dan digiling menggunakan mesin hingga halus.

"Direndam biar empuk dan hancurnya cepat. Lebih enak kalau direndam, dibilas, lalu digiling," ujar pemilik Wedang Ronde Burangrang Amalia, saat ditemui di kedai tersebut, Jalan Burangrang.

Ronde pun berwarna-warni yang berasal dari tepung ketan rosebrand, pewarna makanan, dan daun pandan.

Wedang ronde yang berwarna cokelat pekat disajikan dalam keadaan panas. Setelah dinikmati, bisa dikatakan bahwa wedang membawa rasa jahe dan gula merah. Ada racikan tertentu yang membuat wedang terasa begitu pas. Tak begitu manis dan tak begitu pedas jahe.

Seporsi ronde spesial bisa Anda nikmati Rp 17 ribu. Pilihan menu lainnya yakni ronde campur, dipatok Rp 16 ribu. Menu ronde kecil saja bisa disantap Rp 15 ribu. Sedangkan ronde ubi dibanderol Rp 16 ribu dan ronde keju campur Rp 17 ribu. Wedang jahe saja juga bisa dipesan di sini, harganya Rp 7 ribu.

Di saat cuaca dingin seperti sekarang ini, wedang ronde bisa menjadi sajian sempurna anda. Rasakan sendiri sensasi hangatnya. (ee)

Naskah ini juga bisa Anda baca di koran Tribun Jabar edisi Rabu (22/2/2017).

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help