Rabu, 20 Mei 2026

HIKMAH RAMADAN

Menikmati Detik-detik Berpuasa

ADA 3 keistimewaan Allah SWT yang diberikan kepada kita, yakni dibukanya pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.

Tayang:
Editor: Dicky Fadiar Djuhud

KITA sebagai muslim harus menyambut bulan suci Ramadan dengan sukacita dan kegembiraan, sebab banyak sekali kebaikan dan keistimewaan yang disiapkan Allah swt bagi hamba-Nya di bulan Ramadan. Untuk itu, menjalankan puasa tidak hanya dipandang sebagai pelaksanaan kewajiban, tetapi harus lebih mendatangkan makna secara mendalam dan istimewa.

Mungkin sebagai orang dewasa kita kuat menahan haus dan lapar mulai terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Sebagai seorang muslim dan mukmin, serta hamba Allah yang mengaku bertakwa kepada-Nya, kekuatan kita dalam menjalankan ibadah puasa tentu tidak hanya sebatas menahan haus dan lapar sebagai sebuah kewajiban, tetapi kita menjalankan puasa sebagai sebuah kenikmatan.

Kita akan sangat menikmati detik-detik perjuangan diri akan haus dan lapar, ketika kita menjadikan pelaksanaan ibadah puasa bukan sebagai beban kewajiban, melainkan sebagai kenikmatan yang terlahir dari hubungan kecintaan kita kepada Allah swt.

Karena itu, mari kita menjalankan puasa ini di atas dari kewajiban, yaitu sebagai sebuah kenikmatan di hadapan Allah swt. Itulah yang harus kita rasakan, bahkan kenikmatan tersebut merupakan kenikmatan yang luar biasa dan merupakan puncak kenikmatan. Dikatakan dalam sebuah hadis, ketika menjelang buka puasa bahwa jika seseorang yang menjalankan puasa akan mendapatkan dua kegembiraan, yaitu kegembiraan saat menjelang buka puasa dan saat bertemu dengan Allah swt.

Selain itu dikatakan dalam hadis yang lain, bahwa saat datang bulan Ramadan ada tiga keistimewaan Allah swt yang diberikan kepada kita, yakni dibukanya pintu-pintu surga, kebalikannya bahwa pintu-pintu neraka ditutup, dan ternyata setan pun dibelenggu.

"Ada tiga faktor yang mendorong manusia bertindak dalam kehidupan, yaitu nurani, hawa nafsu, dan setan. Pada bulan Ramadan ini faktor setan menghilang, tetapi faktor nurani dan hawa nafsu tetap ada sehingga jika nurani kuat, maka tindakan kebaikan akan semakin kuat juga, sedangkan jika hawa nafsu kuat maka tindakan keburukan akan muncul tetapi tidak sekuat saat syetan ada.

Dengan berzikir, salat lima waktu, dan bertarawih kita dapat menjaga faktor nurani tetap kuat maka kebaikan akan semakin dominan di bulan Ramadan.

Bulan Ramadan, ketika disambut dengan sukacita, dan ibadah puasa dijalankan sebagai sebuah kenikmatan, maka tidak akan muncul pernyataan bahwa puasa adalah beban, dan di bulan Ramadan kita tidak dapat menorehkan prestasi. Padahal bulan Ramadan menjadi saksi sejarah bagaimana peristiwa dan prestasi penting ditorehkan kaum muslimin.

Kemenangan kaum muslimin pada Perang Badar terjadi di bulan Ramadan meski dalam jumlah kekuatan yang sangat minim dan sedikit. Rasulullah saw berhasil membebaskan kota Mekah dari penjajahan kaum musyrikin Quraisy pada bulan Ramadan. Bahkan, Kemerdekaan Indonesia diraih pada bulan Ramadan.

Dengan demikian, Ramadan patut kita sambut dengan sukacita, ibadah puasa dijalankan dengan penuh kenikmatan, dan setiap detik Ramadan dengan berbagai keutamaannya harus dapat dimaknai sebagai motivasi untuk mendorong lahirnya berbagai prestasi. (AHMAD HERYAWAN)

Naskah ini bisa dibaca di Harian Pagi Tribun Jabar, Minggu (6/7/2014).

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved