Rabu, 10 Juni 2026

Pergerakan Tanah Ancam 580 Rumah

Sedikitnya 580 rumah terancam rusak terkena pergeseran tanah.

Tayang:
Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
CIANJUR, TRIBUN - Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahyad Supardi, mengatakan, sedikitnya 580 rumah terancam rusak terkena pergeseran tanah.

Pergeseran tanah itu terjadi di Desa Pasir Jambu dan Desa Sirna Jaya Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, Senin (27/5).

"Rumah yang dihuni sekitar 1.800 jiwa itu terancam menyusul terjadinya bencana pergerakan tanah akibat tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir ini," kata Ahyad kepada Tribun melalui ponsel, Kamis (30/5).

Berdasakan pendataan, ucap Ahyad, rumah milik lima kepala keluarga (KK) di dua desa itu mengalami rusak. Penghuni tiga rumah di Desa Sirna Jaya dan dua ruma di Pasir Jambu itu pun mengungi ke tempat lebih aman lantaran rumahnya dinilai berbahaya untuk dihuni lagi.

"Ada satu  KK lagi berada di Desa Kertajaya, namun bukan karena pergerakan tanah, tapi karena terkena longsor," kata Ahyad.

Selain mengancam ratusan rumah, lanjut Ahyad, pergerakan tanah di wilayah itu memutuskan akses transportasi warga terutama menuju Kecamatan Pasirkuda dan Kabupaten Bandung. Pasalnya jalan yang dibuat menggunakan dana PNPM di kedua desa itu rusak.

"Jalannya amblas dan tidak bisa dilalui karena tanahnya labil dan rawan longsor. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk sama-sama mengatasi jalur transportasi yang menghubungkan ke Kecamatan Pasirkuda dan Kabupaten Bandung," kata Ahyad.

Lebih lanjut, Ahyad mengaku, belum bisa memastikan kondisi tanah yang ditempati 580 KK itu. Kemungkinan besar, kondisi tanah tersebut lebih berbahaya ketimbang di Kampung Sukasirna, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi yang juga mengalami pergeseran tanah beberapa waktu lalu.

"Ini kejadian untuk kedua kalinya dari sepuluh tahun lalu. Karena itu kami  mengajukan penelitian oleh ahli geologi dari Bada
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved