Rabu, 10 Juni 2026

Polisi Tes DNA Orang yang Mengaku Keluarga Diduga Teroris

Kepolisian melakuan tes Deoxyribo Nucleic Acid atau DNA terhadap seorang pria dan seorang wanita yang mengaku orang tua

Tayang:
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Januar Pribadi Hamel
BANDUNG, TRIBUN - Kepolisian melakuan tes Deoxyribo Nucleic Acid atau DNA terhadap seorang pria dan seorang wanita yang mengaku orang tua dari terduga teroris Tasikmalaya, Salim (20). Hari ini adalah hari terakhir dari tengat waktu yang ditentukan oleh Polda Jabar. Bila tidak ada keluarga yang mengaku, jasad Salim akan dimakamkan.

Menurut versi kepolisian terduga teroris itu belum diketahui namanya atau disebut Mr X ini. Namun, pria yang dari keterangan William Maksum (30) maupun Haris Fauzi (25), dua terduga teroris yang sudah ditangkap Densus 88 Antiteror sebelumnya itu, Mr X tersebut diketahui bernama Salim. Dia diakui sebagai salah seorang anak buah William.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Sartika Asih, Kombes Pol Setyo Purwanto saat dihubungi lewat telepon oleh Tribun, Minggu (26/5). Kedua orang yang mengaku sebagai orang tua dari pelaku pelempar bom pipa dan penusukan terhadap anggota Saltantas Polresta Tasikmalaya, Aiptu  Widartono (43) datang ke rumah sakit, Jumat (24/5) siang.

"Kemarin (Jumat) siang, sekitar jam dua belasan. Ada dua orang, pria dan wanita yang mengaku orang tua dari Mr X ini (Salim). Kita belum bisa pastikan benar, tidaknya. Keduanya sempat melihat dan membenarkan kalau Mr X adalah anak mereka. Lalu kita lakukan tes DNA di Bandung, hasilnya kita kirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati," ujar Setyo. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved