Kamis, 11 Juni 2026

Dua Bulan Mencari Perajin Batik Berbuah Juara

SENYUM mengembang di bibir Aini Novianty (16). Siswi SMAN 1 Garut ini merasa sangat bahagia saat

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Januar Pribadi Hamel
SENYUM mengembang di bibir Aini Novianty (16). Siswi SMAN 1 Garut ini merasa sangat bahagia saat mendapat penghargaan sebagai juara pertama Lomba Fotografi Garutpedia yang diserahkan Bupati Garut, Agus Hamdani, di Panggung Utama Pameran HUT ke-2 Abad Garut, Sabtu (4/5).

Gadis yang tinggal di Jalan Ahmad Yani, Desa Sucikaler, Kecamatan Karangpawitan, ini mendapat penghargaan atas karya fotografinya yang mengangkat tema mengenai Ibu Sukaenah, seorang perajin batik garutan senior yang tak hentinya mewariskan keahliannya membatik.
Didampingi ibunya, Arini (53), Aini mendapat hadiah sebesar Rp 6 juta dan suvenir di atas panggung itu. Dengan jelas dalam sambutannya, Aini mengatakan hadiah tersebut akan diberikan semuanya kepada ibunya tercinta.

"Aku selama dua bulan hunting foto dianter mama terus. Aku sangat berterima kasih sama orang tuaku dan semuanya yang telah mendukung dan membantu aku sampai menghasilkan karya yang kecil dan diharapkan berguna untuk Garut," kata Aini dengan senyuman lebar saat ditemui di pameran foto, Sabtu.

Aini mengatakan tidak mudah untuk mencari dan mengeksplorasi subjek untuk dijadikan foto profil. Aini mencari seorang perajin batik senior sampai harus melewati gang-gang sempit di kawasan Ciledug. Setelah bertemu dengan Sukaenah, Aini mendatanginya dan tempat pembuatan batiknya hampir seminggu dua kali.

Kerja kerasnya untuk memprofilkan Sukaenah ternyata berbuah manis. Upaya Aini meliput seluruh kegiatan keseharian Sukaenah dan orang-orang di sekitarnya layaknya paparazzi terbayar oleh penghargaan peringkat pertama.

"Aini suka memaksa hunting foto, tidak kenal hujan atau sudah sore. Saya bangga dengan Aini, ternyata punya bakat fotografi. Asalkan jelas, akan saya dukung," kata ibu Aini.

Juara kedua dan ketiga lomba fotografi ini adalah Amara Meina Yustian dan Meldani Candra, keduanya dari SMAN 6 Garut. Amara mengangkat tema komunitas etnis Tionghoa di Kabupaten Garut yang hidup berdampingan dengan warga Garut lainnya. Adapun Meldani mengangkat tema Kampung Boboko yang mulai kehilangan perajin boboko.

Bersama ketiga karya para pemenang ini, di pameran foto Garutpedia pun dipamerkan 17 karya pelajar lainnya. Semua foto ini menyajikan wajah Garut berdasarkan pandangan masing-masing peserta.

Pameran Garutpedia ini mendapat respons positif dari warga Garut. Hal ini terlihat dari pameran yang selalu disesaki pengunjung, khususnya pada sore hari. Pameran digelar sejak Senin (29/4) sampai Minggu (5/5).

Kegiatan Garutpedia ini terselenggara atas kerja sama Chevron Geothermal Indonesia, Forum Jurnalis Independen Garut, dan Bangun Media. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved