Rabu, 10 Juni 2026

Sungai Ciwalen Akan Dikeruk

Uu Saepudin, mengatakan setelah fondasinya diperbaiki bersama Kodim, akan dilakukan pengerukan terhadap Sungai Ciwalen.

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
GARUT, TRIBUN - Sekitar 100 meter fondasi tanggul Sungai Ciwalen di Kampung Panyingkiran, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garutkota, rusak dan terancam ambruk. Karenanya, Kodim 0611 Garut, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut, Polres Garut, dan warga, bergotong royong memperbaikinya, Rabu (1/5).

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman, mengatakan upaya perbaikan fondasi tanggul merupakan kegiatan rutin Pemerintah Daerah Kabupaten Garut. Namun, kali ini, pemerintah melakukannya bersamaan dengan Kodim.

"Kegiatan kita sejalan dengan kegiatan Dandim. Kalau lihat fisiknya, tanggul ini memang sudah tidak bagus, banyak yang sudah tergerus. Makanya kita antisipasi banjir dengan perbaikan ini," kata Iman.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Mineral dan Pertambangan, Uu Saepudin, mengatakan setelah fondasinya diperbaiki bersama Kodim, akan dilakukan pengerukan terhadap Sungai Ciwalen.

"Sedimentasinya sudah sekitar satu meter. Tapi sulit mencari pekerja untuk mengeruk sungai ini. Karena tercemar, para pekerja menganggap upah tidak sesuai dengan dampak penyakit setelah bekerja. Makanya, dengan adanya kegiatan ini, sangat terbantu," kata Uu.

Uu mengatakan tahun ini akan melakukan normalisasi dan perbaikan saluran irigasi atau DAS dengan dana Rp 2 miliar untuk rehabilitasi ringan dan Rp 3,9 miliar untuk rehabilitasi rusak berat. Normalisasi pun dibantu dana Rp 6 miliar dari dana alokasi khusus.

Menurut Uu, dibutuhkan setidaknya Rp 22 miliar untuk memperbaiki semua saluran irigasi yang rusak dan pemeliharaan rutin. Namun, akibat keterbatasan dana, dinasnya akan memprioritaskan saluran irigasi yang rusak ringan dan terkena bencana longsor untuk diperbaiki.

"Kebanyakan akibat pendangkalan lumpur atau tersumbat sampah. Normalisasi akan dilakukan empat kali setahun. Hal ini untuk membersihkan endapat yang selalu menghambat saluran irigasi," kata Uu.

Menurut Uu, program normalisasi dengan cara pengerukan saluran irigasi dan perbaikan sarana harus segera dilakukan sebelum musim kemarau. Sebab, pendangkalan dan berbagai gangguan saluran irigasi dapat menghambat suplai air yang sangat minim pada musim kemarau.

"Saluran irigasi atau DAS yang akan diperbaiki di antaranya Cikendi, Cipeujeuh, Ciwalen, Cigulampeng, Cigarut, dan Ciojar. Begitu juga dengan Baranangsiang yang terkena longsor waktu beberapa hari lalu," ujarnya.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved