Minggu, 7 Juni 2026

50 Pelajar Ikuti Workshop Sejarah

Sebanyak 50 pelajar dari berbagai SLTA Kota Bandung mengikuti acara Workshop Apresiasi Sejarah dan Nilai Tradisional Jawa Barat

Tayang:
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Sebanyak 50 pelajar dari berbagai sekolah tingkat lanjutan atas (SLTA) Kota Bandung mengikuti acara Workshop Apresiasi Sejarah dan Nilai Tradisional Jawa Barat di Auditorium Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jumat (8/3). Selain mengikuti workshop mereka juga akan melakukan kunjungan ke Taman Goa Sunyaragi, Keraton Kasepuhan dilanjutkan workshop Tari Topeng Kelana pada Sabtu (9/3). Kemudian mengunjungi Keraton Kanoman dan workshop pembuatan batik, serta mengunjungi Komplek Sunan Gunung Djati.

Sementara dalam workshop-nya mereka mendapat pembekalan  pemahaman sejarah dan kondisi sosial masyarakat Cirebon dari para narasumber ternama. Seperti Prof Dr Hj Nina Herlina Lubis MS, Dr Reiza D Dienaputra MHum, Dr Ade Makmura, dan RA Opan Safari Hasyim.

Menurut Kepala Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisional, Dra Hj Lia Embasari MPd, kegiatan ini diharapkan bisa berlanjut setiap tahun. Karena kegiatan seperti ini dapat meningkatkan generasi muda untuk peduli sejarah.

Ke-50 pelajar itu berasal dari SMKN 2, SMAN 20, SMA Alfa Centaury, SMA Darul Hikam, SMA PGII 1, SMAN 12, SMAN 27, dan SMA Yayasan Atikan Sunda.
"Saya ikutan acara ini karena jarang sekali ada dan sayang kalau tidak dimanfaatkan oleh kita-kita yang masih muda. Karena dengan ikut kegiatan ini, kita akan lebih mengenal dan tahu soal sejarah dan nilai-nilai tradisional daeraj kita, Jawa Barat," tutur Syafira Linda salah seorang pesaerta dari SMAN 12 Bandung kepada Tribun di sela-sela acara workshop di auditorium Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jumat (8/3).

Bahkan pelajar yang mengambil jurusan IPA itu, mengaku malu jika warga Jabar tidak tahu tentang sejarah daerah dan masyarakatnya. "Iya lah, saya kan warga Jabar. Walau di sekolah ambil IPA, saya juga ingin tahu soal sejarah," ujar Syafira yang terakhir mengunjungi museum-museum di Bandung saat masih SD dan SMP.

Hal senada juga dikatakan Miranty Ayu yang berasal dari sekolah yang sama. Menurutnya, sejarah itu menarik, dan unsur tradisional itu banyak makna-makna yang masih relefan diterapkan dalam kehidupan sekrang ini.

Sementara Sandra Rosdiana Puteri, pelajar kelas 11 SMA PGII 1 Bandung, mengatakan awalnya hanya dengar dari sekolah tentang adanya seminar sejarah di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar. Setelah mengikuti, ternyata menarik, karena selain mendapat pembekalan soal kesejarahan Cirebon, juga akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah itu.

"Saya memang sudah lama nggak pernah mengunjungi tempat bersejarah. Terakhir saat SD dan SMP mengunjungi museum-museum di Bandung," kata Sandra yang di sekolahnya mengambil jurusan IPS. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved