50 Pelajar Ikuti Workshop Sejarah
Sebanyak 50 pelajar dari berbagai SLTA Kota Bandung mengikuti acara Workshop Apresiasi Sejarah dan Nilai Tradisional Jawa Barat
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Darajat Arianto
Sementara dalam workshop-nya mereka mendapat pembekalan pemahaman sejarah dan kondisi sosial masyarakat Cirebon dari para narasumber ternama. Seperti Prof Dr Hj Nina Herlina Lubis MS, Dr Reiza D Dienaputra MHum, Dr Ade Makmura, dan RA Opan Safari Hasyim.
Menurut Kepala Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisional, Dra Hj Lia Embasari MPd, kegiatan ini diharapkan bisa berlanjut setiap tahun. Karena kegiatan seperti ini dapat meningkatkan generasi muda untuk peduli sejarah.
Ke-50 pelajar itu berasal dari SMKN 2, SMAN 20,
SMA Alfa Centaury, SMA Darul Hikam, SMA PGII 1, SMAN 12, SMAN 27, dan
SMA Yayasan Atikan Sunda.
"Saya ikutan acara ini karena jarang sekali
ada dan sayang kalau tidak dimanfaatkan oleh kita-kita yang masih muda.
Karena dengan ikut kegiatan ini, kita akan lebih mengenal dan tahu soal
sejarah dan nilai-nilai tradisional daeraj kita, Jawa Barat," tutur
Syafira Linda salah seorang pesaerta dari SMAN 12 Bandung kepada Tribun
di sela-sela acara workshop di auditorium Monumen Perjuangan Rakyat
Jabar, Jumat (8/3).
Bahkan pelajar yang mengambil jurusan IPA itu, mengaku malu jika warga Jabar tidak tahu tentang sejarah daerah dan masyarakatnya. "Iya lah, saya kan warga Jabar. Walau di sekolah ambil IPA, saya juga ingin tahu soal sejarah," ujar Syafira yang terakhir mengunjungi museum-museum di Bandung saat masih SD dan SMP.
Hal senada juga dikatakan Miranty Ayu yang berasal dari sekolah yang sama. Menurutnya, sejarah itu menarik, dan unsur tradisional itu banyak makna-makna yang masih relefan diterapkan dalam kehidupan sekrang ini.
Sementara Sandra Rosdiana Puteri, pelajar kelas 11 SMA PGII 1 Bandung, mengatakan awalnya hanya dengar dari sekolah tentang adanya seminar sejarah di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar. Setelah mengikuti, ternyata menarik, karena selain mendapat pembekalan soal kesejarahan Cirebon, juga akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah itu.
"Saya memang sudah lama nggak pernah mengunjungi tempat bersejarah. Terakhir saat SD dan SMP mengunjungi museum-museum di Bandung," kata Sandra yang di sekolahnya mengambil jurusan IPS. (*)