Libur Sekolah Saatnya Mengkhitan Anak
MASA liburan sekolah bisa menjadi waktu yang paling tepat bagi si buah hati untuk dikhitan. Alasannya beragam. Selain tidak mengganggu kegiatannya
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
MASA liburan sekolah bisa menjadi waktu yang paling tepat bagi si buah hati untuk dikhitan. Alasannya beragam. Selain tidak mengganggu kegiatannya di sekolah, anak pun bisa beristirahat penuh di rumahnya setelah dikhitan sampai pulih. Hajatan atau syukuran pun bisa dilakukan secara lebih leluasa tanpa harus memikirkan permohonan izin tidak sekolah untuk si buah hati.
Tidak heran, saat libur sekolah, suasana di dalam lobi klinik khitan di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, sangat ramai. Puluhan warga terlihat sibuk mendaftarkan anaknya di meja pendaftaran sedangkan warga lainnya mengisi formulir pendaftaran, Senin (25/6).
Salah satu dari mereka, Kartijono (42), terlihat mondar-mandir mendaftarkan anaknya, Ilham Hambali (7), untuk dikhitan di klinik tersebut. Warga Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, ini kemudian mendapat waktu pelaksanaan khitan anaknya, yakni 8 Juli 2012. Menurut Kartijono, anaknya masuk daftar tunggu.
"Kalau khitannya pas libur sekolah kan tenang. Jadi tidak mengganggu kegiatan anak saya di sekolah. Paling nanti syukurannya sebelum anak saya masuk sekolah tanggal 16 Juli. Anak saya juga janjian sama teman-temannya untuk dikhitan pas liburan ini," ujar Kartijono saat ditemui seusai mendaftarkan anaknya dikhitan, kemarin.
Ilham yang baru lulus TK dan akan melanjutkan ke Pesantren Darulqolam ini, mengatakan ingin dikhitan sebelum masuk sekolah. Dia mengaku tidak takut dikhitan karena ayahnya akan membelikan PlayStation 3 dan mobil remote control untuknya.
Kartijono menuturkan telah membayar Rp 880 ribu untuk biaya khitan anaknya di klinik tersebut. Dengan biaya sebesar itu, Ilham akan disunat secara manual di kelas VIP. Waktu pengkhitanannya pun pukul 06.00 pagi. Tidak usah datang tengah malam atau dini hari seperti kelas reguler.
Senada dengan Kartijono, Dany Taufiq, warga Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, memilih mengkhitan anaknya, Rizky Fadillah (7), pada masa libur sekolah. Rizky telah disunat di klinik yang sama pada 20 Juni 2012 dan melakukan pemeriksaan atau kontrol kemarin.
"Jangka waktunya kan lama kalau liburan. Jadi lebih tenang. Waktu disunat tidak masuk waiting list. Setelah daftar langsung disunat. Setelah kontrol sekali, langsung tidak usah kontrol lagi," ucap warga yang juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat ini.
Kepala Bagian Umum Klinik Khitan Paramedika, Bambang, mengakui jumlah warga yang mendaftarkan anak untuk dikhitan meningkat pada masa libur sekolah. (*)