Disparbud Jabar Angkat Seni Domyak
Jawa Barat kembali melakukan program revitalisasi seni budaya buhun yang ada di Jawa Barat.
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Kisdiantoro
Program penggalian dan pengangkatannya kembali seni tradisional buhun kali ini ditujukan pada kesenian tradisional Buncis atau Domyak dari Desa Pasir Angin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Karena kebetulan di desa tersebut masih ada sanggar kesenian yakni Sanggar Sinar Pusaka.
Program salah satu revitalisasi seni tradisional yang terancam punah ini sudah dilakukan sejak beberpa minggu ke belakang dan sekarang ini akan dilakukan evaluasi dengan menggelar pementasannya di Sanggar Leuweung Cimaung, Perum Bumi Hegar Asih, Kampung Cimaung, Desa Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kamis (5/4) pagi.
Berdasarkan hasil penelusuran tim dari BPTB Jabar sejak Februari lalu, seni menampilkan helaran atau arak-arakan sambil membunyikan tetabuhan dan dilanjutkan ritual pemberian sesaji, serta seni permainan dan bobodoran itu awalnya dikenal dengan sebutan Seni Buncis yang merupakan bagian dari ritual permohonan hujan kepada Yang Maha Kuasa dan diperkirakan sudah ada di Purwakarta ini sejak tahun 1927. Beberapa tokoh kesenian setempat menyebutkan kesenian ini diperkirakan terlahir dari kesenian masyarakat Cina yakni barongsay. Namun saat ini dikatakan tokoh deni Domyak, Abah Jumanta, generasi mudanya mulai jarang yang memberi apresiasi pada kesenian buhun daerahnya sendiri.
Acara tersebut langsung dihadiri Kadisparbud Jabar Drs Nunung Sobari MM, dan beberapa tokoh seni domyak dan tokoh seniman tradisional lainnya. (ddh)