Diajarkan Kebersamaan dan Saling Berbagi
MEMBENTUK sebuah komunitas yang mewadahi anak-anak yang bermain biola
Tayang:
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ferri Amiril Mukminin
MEMBENTUK sebuah komunitas yang mewadahi anak-anak yang bermain biola untuk bermain bersama merupakan ide awal dari terbentuknya Funtastic String Ensemble.
Music Director, Carolina, mengatakan bahwa alat musik yang biasa dimainkan adalah String instrument, Biola, Viola, Cello, dan Kontra Bass.
"Anak-anak belajar hampir 95 persen biola, kita di sini belajar bersama harmonisasi, syarat masuk ke wadah ini intinya harus bisa not balok," ujarnya membuka cerita.
Ia mengatakan bahwa awal pertama kali konser tahun 2005. Anggotanya bukan hanya dari sekolah musik harmony. Intinya kita bermain bersama, sampai saat ini anggota sekitar tiga puluh, dengan batasan umur sampai dengan kelas III SMA.
"Ini komunitas remaja, yang pasti minat mereka ke biola itu sangat kuat," katanya.
Ia mengatakan ide Fun tastic sendiri adalah menghilangkan ego mereka. Pasalnya saat bermain akan ada pembagian nada, jadi mereka tidak bisa main sendiri, harus ada kerjasama. Bagaimana mereka bisa bermain itu yang disebut harmonis, kapan harus melembut dan kapan harus keras.
Pluralisme menjadi ide lain Carolina mendirikan Funtastic String Ensemble. Karena anggoat Funtastic ini terdiri dari berbagai macam etnik dan agama yang bisa bermain bersama dengan rukun.
"Lagunya mengaransemen sendiri dari berbagai macam ini saya tularkan juga plurarisme, ternyata juga mempengaruhi orangtuanya. Orangtua juga ikut serta terlibat. Pertama kali dari mulut ke mulut, komunitas yang netral dan plural," katanya.
Ia mengatakan Indonesia Highliht yang bisa didownload gratis nanti terinspirasi lagu-lagu yang diklaim oleh negara lain diaransemen dalam medley.
"Indonesian High Light itu ada enam lagu, Burung Kakatua, Rasa Sayange, Soleram, Injit-injit Semut, Jali-Jali, dan Anak Kambing Saya. Saya pengen bawa lagu-lagu Indonesia ke dunia," katanya.
Music Director, Carolina, mengatakan bahwa alat musik yang biasa dimainkan adalah String instrument, Biola, Viola, Cello, dan Kontra Bass.
"Anak-anak belajar hampir 95 persen biola, kita di sini belajar bersama harmonisasi, syarat masuk ke wadah ini intinya harus bisa not balok," ujarnya membuka cerita.
Ia mengatakan bahwa awal pertama kali konser tahun 2005. Anggotanya bukan hanya dari sekolah musik harmony. Intinya kita bermain bersama, sampai saat ini anggota sekitar tiga puluh, dengan batasan umur sampai dengan kelas III SMA.
"Ini komunitas remaja, yang pasti minat mereka ke biola itu sangat kuat," katanya.
Ia mengatakan ide Fun tastic sendiri adalah menghilangkan ego mereka. Pasalnya saat bermain akan ada pembagian nada, jadi mereka tidak bisa main sendiri, harus ada kerjasama. Bagaimana mereka bisa bermain itu yang disebut harmonis, kapan harus melembut dan kapan harus keras.
Pluralisme menjadi ide lain Carolina mendirikan Funtastic String Ensemble. Karena anggoat Funtastic ini terdiri dari berbagai macam etnik dan agama yang bisa bermain bersama dengan rukun.
"Lagunya mengaransemen sendiri dari berbagai macam ini saya tularkan juga plurarisme, ternyata juga mempengaruhi orangtuanya. Orangtua juga ikut serta terlibat. Pertama kali dari mulut ke mulut, komunitas yang netral dan plural," katanya.
Ia mengatakan Indonesia Highliht yang bisa didownload gratis nanti terinspirasi lagu-lagu yang diklaim oleh negara lain diaransemen dalam medley.
"Indonesian High Light itu ada enam lagu, Burung Kakatua, Rasa Sayange, Soleram, Injit-injit Semut, Jali-Jali, dan Anak Kambing Saya. Saya pengen bawa lagu-lagu Indonesia ke dunia," katanya.
KOMENTAR