Persib Bandung
Kasus Kecelakaan Bobotoh Asal Subang Mandek, Viking Ganas Desak Polisi Bertindak Cepat
Ketua Harian Viking Ganas Subang, Pian, mengaku kecewa dengan lambannya proses penegakan hukum.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Viking Ganas Subang menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kasus kecelakaan maut yang menewaskan dua bobotoh, Ahmad Saefullah dan Putri Wijayaka.
- Ketua Harian Viking Ganas, Pian, mengancam akan melakukan aksi massa jika kepolisian tidak segera mengamankan terduga pelaku dalam sepekan ke depan.
- Di sisi lain, keluarga korban mulai mempertimbangkan tuntutan hukum terhadap perusahaan CPM yang diduga terlibat dalam insiden tragis tersebut.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua bobotoh Persib, Ahmad Saefullah (19) dan Putri Wijayaka Az-Zahro (21) asal Kabupaten Subang, Jawa Barat masih menyita perhatian publik, khususnya komunitas suporter Persib.
Viking Ganas Subang menilai penanganan perkara tersebut berjalan lamban. Pasalnya, hingga sepekan pascakejadian, terduga pelaku kecelakaan belum juga diamankan oleh pihak kepolisian.
Ketua Harian Viking Ganas Subang, Pian, mengaku kecewa dengan lambannya proses penegakan hukum. Ia menilai aparat seharusnya bergerak cepat untuk memberikan kepastian hukum kepada korban serta keluarganya.
"Sudah satu minggu sejak kejadian, tapi sampai sekarang terduga pelaku belum ditangkap. Kami sangat kecewa karena penanganannya terkesan lambat. Tuntutan kami jelas, kasus ini harus diusut tuntas dan pelaku segera diamankan," ujar Pian saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (20/1/2026).
Pian menegaskan, apabila penanganan kasus tersebut terus berlarut, pihaknya bersama bobotoh lainnya siap menyuarakan tuntutan secara terbuka. Aksi tersebut dapat dilakukan melalui media sosial hingga turun langsung ke jalan.
"Kalau masih tidak ada kejelasan, kami bobotoh siap melakukan aksi, baik melalui media sosial maupun aksi langsung. Ini bukan ancaman, melainkan tuntutan atas keadilan," ucapnya.
Di tengah tuntutan hukum, Viking Ganas Subang juga menunjukkan solidaritas kepada keluarga korban dengan menggalang donasi. Pian menyebutkan, bantuan sebesar Rp 1,5 juta telah diserahkan langsung kepada keluarga korban.
"Kami sudah menyerahkan donasi dan sempat berbincang langsung dengan keluarga korban. Ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sesama bobotoh," ucapnya.
Lebih lanjut, Pian mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban juga tengah mempertimbangkan langkah lanjutan jika dalam waktu satu minggu ke depan belum ada kepastian hukum.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menuntut pertanggungjawaban perusahaan terkait, mengingat sebelumnya perwakilan perusahaan sempat mendatangi rumah keluarga korban.
"Kalau masih belum ada kejelasan dalam satu minggu ke depan, keluarga juga akan menuntut ke pihak perusahaan Catur Putra Manunggal (CPM), perusahaan yang diduga salah satu sopirnya menabrak korban hingga tewas. Apalagi sebelumnya pihak perusahaan sudah datang ke rumah keluarga korban," katanya.
Hal tersebut juga disampaikan langsung oleh kakak korban dari almarhumah Putri Wijayaka, yakni Nurdin.
"Perusahaan harus ada itikad baik sesuai prosedur hukum yang berlaku, saya perlu keadilan, sudah sepuluh hari kepergian adik saya sampai sekarang belum ada kejelasan," ucapnya.
Pihak keluarga dan Viking Ganas Subang berharap aparat penegak hukum dapat bertindak profesional dan transparan agar rasa keadilan benar-benar dirasakan oleh semua pihak.(*)
| Gara-gara Faktor Mental Rivalitas, Maxwell Souza Dikabarkan Batal Gabung Persib Bandung |
|
|---|
| Daftar Pemain Persib Bandung yang Habis Kontrak Akhir Mei 2026, Evaluasi Skuad Mulai Berjalan |
|
|---|
| Kata Bojan Hodak setelah Tak Lagi Jadi Pelatih Persib, dari Bobotoh sampai Alasan Mundur |
|
|---|
| Daftar 9 Pemain Persib Bandung Berstatus Pinjaman di Klub Lain, Comeback Musim Depan? |
|
|---|
| Sudah Hafal Skuad, Penunjukan Igor Tolic Dinilai Jadi Langkah Tepat Persib Tatap Musim Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-pemakaman-almarhum-Ahmad.jpg)