SEA Games 2025 Thailand

Eks Pelatih Persib Babak Belur di SEA Games 2025, Timnya Dibantai Thailand 1-6

Emral Abus, sosok yang tak asing di kancah Liga Indonesia karena pernah menukangi Persib Bandung.

Editor: Ravianto
ligaindonesiabaru.com
EKS PERSIB - Emral Abus (kiri) saat memimpin sesi latihan PSBS Biak. Emral kini memimpin Timnas U-22 Timor Leste di SEA Games 2025 Thailand. 

TRIBUNJABAR.ID, BANGKOK - Nasib pilu dialami oleh pelatih asal Indonesia, Emral Abus, setelah tim asuhannya, Timnas U-22 Timor Leste, dibantai telak 6-1 oleh Thailand pada laga perdana Grup A SEA Games 2025, Rabu (3/12/2025).

Kekalahan memalukan di Stadion Rajamangala, Bangkok, tersebut langsung menuai sorotan, bahkan memicu ejekan dari pakar sepak bola Vietnam, Phan Anh Tu, yang mempertanyakan kontribusi strategi sang pelatih.

Emral Abus, sosok yang tak asing di kancah Liga Indonesia karena pernah menukangi klub-klub besar seperti PSBS Biak, Bhayangkara FC, hingga Persib Bandung, kini memimpin Timnas U-22 Timor Leste di SEA Games 2025 Thailand. 

Namun, hasil laga perdana mereka jauh dari harapan.

Timor Leste dipaksa mengakui keunggulan Thailand dengan skor akhir 6-1, di mana hattrick dicetak oleh Yotsakorn Burapha.

Satu-satunya gol hiburan Timor Leste lahir di masa injury time melalui Palamito Caffin.

Baca juga: Bobotoh Serbu Instagram Marko Dugandzic: Eks Timnas Kroasia Berharga Rp15 Miliar Pengganti Marcilio?

Kekalahan telak ini membuat pakar Vietnam, Phan Anh Tu, melontarkan kritik keras, menyebut Timor Leste terlalu lemah.

Menurutnya, Thailand tidak harus bekerja keras untuk mencetak enam gol, melainkan karena lawan yang mereka hadapi sangat minim taktik.

"Saya pikir Thailand tidak benar-benar ingin mencetak 6 gol, tetapi jika terlalu mudah, mereka akan mencetak 6 gol," kata Phan Anh Tu.

Phan Anh Tu secara tersirat tidak menganggap Timor Leste memiliki racikan strategi yang jelas dari pelatih.

Ia menyoroti minimnya kedisiplinan dalam bertahan dan tidak adanya kolektivitas antarpemain.

"Timor Leste bermain apa adanya, nyaman, tanpa disiplin taktik, tanpa bertahan, tanpa saling dukung. Formasi timnya sangat longgar, sehingga Thailand bisa memanfaatkannya dengan sangat mudah," jelasnya.

Bahkan, gol kehormatan Timor Leste di menit akhir pertandingan tidak luput dari komentar sinis Phan Anh Tu.

Ia menyebut gol tersebut seolah hadiah dari Thailand yang sudah terlalu unggul dan tidak lagi gigih untuk menghentikan serangan.

"Kebobolan Thailand terjadi karena mereka terlalu subjektif. Saat itu, mereka sudah unggul 6 gol, jadi mereka tidak terlalu peduli."

"Thailand tidak terlalu gigih untuk menghentikan gol tersebut, sehingga Timor Leste mendapatkan gol kehormatan. Itu juga hal yang baik," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved