Senin, 4 Mei 2026

Persib Bandung

Fokus Gelandang Persib Bandung Setelah Timnas Tak Lagi Ditangani Patrick Kluivert

Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, tidak mau "mencampuri" PSSI dalam memilih sosok pelatih yang akan menangani tim nasional.

Tayang:
Editor: Giri
SURYA/HABIBUR ROHMAN
RAYAKAN GOL - Jordi Amat (kanan) merayakan gol bersama Beckham Putra Nugraha (tengah) dan Egy Maulana Vikri saat timnas Indonesia menghadapi Taiwan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam. 

TRIBUNJABAR.ID - Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, tidak mau "mencampuri" PSSI dalam memilih sosok pelatih yang akan menangani tim nasional. Seperti diketahui, timnas Indonesia belum memiliki juru taktik setelah Patrick Kluivert diberhentikan setelah gagal mengantarkan ke Piala Dunia 2026.

Kluivert merupakan sosok yang memberikan kepercayaan kepada Beckham. Pelatih asal Belanda itu memberikan debut kepada Beckham di timnas senior pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Indonesia saat itu menghadapi Cina pada 5 Juni 2025 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Beckham masuk sebagai pemain pengganti.

Beckham terus mendapatkan kepercayaan dari Kluivert setelah itu. Ia kemudian dipasang sebagai starter di laga kontra Jepang (ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026), Taiwan (uji coba), dan Arab Saudi (ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026).  

Beckham menghormati keputusan yang diambil PSSI dengan melepas Kluivert. Beckham bakal tetap fokus menunjukkan kemampuan dan kualitas di level klub, siapa pun mengganti Kluivert kelak. 

Baca juga: DAFTAR Pencetak Gol Persib Bandung Saat Lawan Persis Musim Lalu, Tidak Ada yang Tersisa

“Terpenting siapa pun pelatih timnas kita, kami harus menunjukkan setiap kemampuan yang kami miliki. Siapa pun pelatih yang dipilih pastinya yang terbaik untuk timnas. Yang terbaik saja, yang terpenting bisa bawa kami lebih baik,” ujar Beckham.  

Namun, dia lebih memilih kalau pelatih mendapat kesempatan lebih lama dalam menangani tim karena semua perlu proses. Menurutnya, tak ada yang instan di sepak bola. Semua pelaku sepak bola pasti membutuhkan proses, progres, dan adaptasi.

“Karena kita butuh waktu, bukan instan karena semua butuh proses,” sebut Beckham.

Cara hadapi kritikan

Beckham mendapat banyak kritikan setelah Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi. Meski begitu, dia menjadi salah satu pemain yang pantang menutup kolom komentar di media sosial Instagram meski hujatan datang bertubi-tubi.

Baca juga: Persib Bandung Masih Terancam Setelah Lolos Dua Kali, Bisa Turun Peringkat Sore Ini

Belajar dari pengalaman di klub, ia tumbuh di tengah kritik, tekanan, dan ekspektasi besar dari para penggemar Persib yang selalu ingin menang serta jadi juara.  

Dia merasa mentalnya dibangun lebih kuat berkat ribuan kritik yang datang. Ia akan selalu mendengarkan dan kembali ke lapangan dengan versi lebih baik.  

“Saya pikir (kritikan) sudah menjadi hal yang lumrah dan ada yang suka dan tidak suka sangat wajar dalam sepak bola,” begitu sikap Beckham.  

“Kita juga tidak bisa mengontrol komentar orang kaya gimana, terpenting kita berikan yang terbaik,” papar pemain yang sudah persembahkan gelar back to back liga bagi Maung Bandung itu.  

“Main bola kadang kita bisa berikan hasil bagus atau tidak bagus, terpenting kita kasih yang terbaik di setiap kesempatan,” ujarnya. (*)

Sumber: kompas.com

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved