Rabu, 27 Mei 2026

Ramadhan 2026

12 Amalan Selama 10 Hari Terakhir Ramadhan, Bisa Dikerjakan Perempuan di Rumah

Inilah amalan-amalan yang bisa dikerjakan selama 10 hari terakhir Ramadhan, bisa dikerjakan perempuan di rumah.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ilustrasi Ari Ruhiyat
10 HARI TERAKHIR RAMADHAN: Ilustrasi muslimah berdoa. - Inilah amalan-amalan yang bisa dikerjakan selama 10 hari terakhir Ramadhan, bisa dikerjakan perempuan di rumah. 

TRIBUNJABAR.ID - Inilah amalan-amalan yang bisa dikerjakan selama 10 hari terakhir Ramadhan, bisa dikerjakan perempuan di rumah.

Pada 10 hari terakhir Ramadhan, umat muslim khususnya kaum adam (laki-laki) dianjurkan (sunnah muakkad) melaksanakan itikaf di masjid.

Itikaf adalah kegiatan ibadah berdiam diri di dalam masjid.

Anjuran itikaf sebagaimana diterangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 187.

"Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beritikaf di masjid".

Tujuan itikaf ini untuk menjemput dan meraih Lailatul Qadar yaitu malam yang seribu bulan yang dirahasiakan waktunya di antara malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir.
 
Itikaf juga bertujuan mengoptimalkan ibadah selama 10 hari terakhir Ramadhan hingga Ramadhan selesai.

Selain itikaf, masih banyak amalan-amalan sunnah yang bisa dikerjakan baik kaum adam (laki-laki) maupun kaum hawa (perempuan)

Baca juga: 25 Masjid di Bandung Raya untuk Itikaf pada 10 Hari Terakhir Ramadhan 2026

Ada beberapa amalan yang bisa dikerjakan selama 10 hari terakhir Ramadhan, dilansir dari shahihfiqih.com.

1. Berbuka dengan Niat Ibadah

Berbuka dengan menghadirkan niat ibadah bukan sekadar melepas lapar dan dahaga, di antaranya sunnah ketika berbuka:

  • Menyegerakan berbuka
  • Mengawalinya dengan kurma
  • Membaca doa berbuka 

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Hadis Riwayat atau HR Bukhari No 1957, Mulsim No 1098, Abu Dawud No 2356, Timidzi No 699.

2. Salat Magrib Berjemaah di Masjid

Bagi kaum adam sangat dianjurkan salat berjemaah di masjid.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam HR Bukhari no 645 dan Muslim no 650.

Beberapa di antara sunnah yang menyertainya:

- Berwudhu dari rumah
- Membaca doa menuju masjid
- Salat tahiyyatul masjid
- Berdoa antara azan dan iqomah
- Zikir setelah salat
- Salat sunah ba’diyah magrib

3. Membaca zikir pagi petang

Bacaan zikir pagi :

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.”

Bacaan zikir petang :

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” ( Lihat HR. Muslim 2723)
 
4. Memanfaatkan waktu antara magrib dan isya

Gunakan waktu antara magrib dan isya untuk melakukan amalan:

- Tilawah Al Quran
- Tadabbur
- Zikir
- Doa 

5. Salat Isya Berjamaah

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa salat isya berjamaah maka seakan-akan ia telah menghidupkan setengah malam” (HR Muslim No 656).

6.  Salat Tarawih

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menegakkan salat malam saat Lailatul Qadar karena imam dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari No 190, Muslim No 760).

Baca juga: Niat dan Cara Itikaf di Masjid pada 10 Hari Terakhir Puasa Ramadhan Jemput Lailatul Qadar

7. Tadabur dan Memperbanyak Tilawah Al Quran

Mengisi waktu saat berdiam diri di dalam masjid dianjurkan membaca Al Quran atau tadarus.
 
Allah SWT selalu mengingatkan umat-Nya untuk membaca firman-Nya, sebagaimana terkandung dalam Al Quran surat Faathir 29-30.

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."
 
8. Bersahur dengan niat ibadah


Selain berbukua puasa, dianjurkan sahur dengan niat ibadah.


Rasulullah SAW bersabda: “Bersahurlah karena pada sahur terdapat keberkahan: (HR Bukhari no 1923, Muslim no 1095)

9. Memperbanyak banyak istighfar 

Selama 10 hari terakhir Ramadhan, dianjurkan memperbanyak zikir, salah satunya istighfar untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

10. Doa Lailatul Qadar

Berikut bacaan doa itikaf yang dianjurkan, membaca doa memohon ampunan kepada Allah SWT.

اَللّٰهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّتُحِبُّ الْعَفْوَفَاعْفُ عَنِّيْ

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii

Artinya: "Ya Allah, bahwasannya Engkau menyukai pemaafan, karena itu maafkanlah aku." (HR Tirmidzi no 3513, Ibnu Majah no 3850)

11. Memohon Taufiq Menjauhi Ujub


Mintalah kepada Allah SWT agar diberi taufik dan agar amalan ibadah diterima dan dijauhkan dari ujub (bangga dengan amal), merasa amali sendiri lebih baik dari orang lain.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surat An Najm: 32.

“Janganlah kalian menganggap diri kalian suci. Allah lebih mengetahui siapa yang bertakwa”

12. Salat Subuh

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa salat subuh maka seakan-akan ia telah menghidupkan seluruh malam” (HR Muslim no 656)

Itikaf Bagi Perempuan

Dalam pelaksanaannya hukum itikaf sunnah muakkad atau sangat dianjurkan bagi kaum adam atau laki-laki.


Sedangkan hukum itikaf bagi wanita atau kaum hawa menurut Imam Syafii makruh yaitu sebaiknya ditinggalkan.

Jika dilakukan tidak berdosa, namun jika ditinggalkan akan mendapat pahala.


Meski begitu, dari beberapa amalan di atas di antaranya juga masih bisa dikerjakan kaum hawa atau perempuan.

Ada beberapa dalil hadis dan ketentuan yang membuat wanita bisa melaksanakan itikaf.

Dalam hadis tersebut menunjukkan bahwa wanita dimakruhkan beritikaf kecuali di masjid rumahnya dan diizinkan suami.

Hal ini tercantum dalam hadis Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah dalam kitab beliau Bulughul Maram, yaitu hadis no. 699 tentang permasalahan i’tikaf.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved