Kamis, 30 April 2026

Ramadhan 2026

Jadwal Buka Puasa Hari Ini 19 Ramadhan, Senin 9 Maret 2026 di Kota Bandung dan Sekitarnya

Berikut adalah jadwal buka puasa di wilayah Bandung Raya pada hari ini, 19 Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Senin, 9 Maret 2026.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
MASJID RAYA BANDUNG - Bagian depan Masjid Raya Bandung (arsip). Ilustrasi jadwal buka puasa di wilayah Bandung Raya pada hari ini, 19 Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Senin, 9 Maret 2026. 

TRIBUNJABAR.ID - Berikut adalah jadwal buka puasa di wilayah Bandung Raya pada hari ini, 19 Ramadhan 1447 H yang jatuh pada Senin, 9 Maret 2026.

Dalam agama Islam, Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia karena adanya kewajiban bagi setiap Muslim untuk berpuasa selama satu bulan penuh.

Di bulan suci ini, ibadah puasa dilaksanakan setiap hari, sejak terbit fajar hingga datangnya waktu matahari terbenam.

Selama berpuasa, umat Islam diwajibkan untuk menjauhkan diri dari rasa haus, lapar, serta segala hal yang berpotensi membatalkan atau mengurangi pahala ibadah tersebut.

Seluruh rangkaian puasa setiap harinya pun berakhir saat azan Magrib berkumandang sebagai penanda waktu berbuka.

Berikut adalah jadwal buka puasa 19 Ramadhan 1447 H atau Senin, 9 Maret 2026 di Bandung Raya, dilansir dari Tribunnews:

Kota Bandung

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
KOTA BANDUNG
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:13
‘Isya’ 19:18

Kabupaten Bandung

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
KAB. BANDUNG
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:13
‘Isya’ 19:18

Baca juga: 10 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf Ramadhan 2026 di Kota Bandung

Kabupaten Bandung Barat

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
KAB. BANDUNG BARAT
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:13
‘Isya’ 19:18

Kota Cimahi

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
KOTA CIMAHI
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:13
‘Isya’ 19:18

Kabupaten Sumedang

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
KAB. SUMEDANG
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:16

Doa Buka Puasa

Terdapat beberapa versi doa berbuka puasa yang dinilai shahih untuk mengakhiri waktu puasa.

Doa buka puasa pertama (paling lazim digunakan):

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiin.

Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih."

Doa buka puasa kedua:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insyaAllah

Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insyaAllah."

Sunnah Berbuka Puasa

1. Mengawali berbuka

Mengawali atau menyegerakan berbuka ini sesuai dengan hadis Nabi, yaitu:

Sabda Nabi: "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur." (Muttafaq Alaih)

Baca juga: Kupas Tuntas Fiqih Wudhu dan Lailatul Qadar, Ini Keseruan Kajian Ramadhan Kemenkum Jabar!

2. Makan kurma dan minum air putih

Saat tiba waktu berbuka puasa, maka sebaiknya berbuka dengan memakan kurma dan minum air putih sebagai pembuka.

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air." (HR. Ahmad, Abu Dawud).

3. Makan secukupnya

Sunnah Nabi berikutnya adalah tidak berlebihan ketika berbuka sebagaimana kerap yang dicontohkan Nabi Muhammad soal makan dan berbuka puasa dengan cukup.

Dalam banyak riwayat, bahkan Nabi cuma makan tiga buah kurma.

"Tiada tempat terburuk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalau pun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR Tirmidzi).

Baca artikel menarik Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved