Kamis, 30 April 2026

Ramadhan 2026

Cara Memperingati Nuzulul Quran 17 Ramadhan 2026 Menurut Ustaz Adi Hidayat

Berikut adalah cara memperingati Nuzulul Quran menurut Ustaz Adi Hidayat, lengkap dengan beberapa amalan yang dapat dikerjakan.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
freepik.com/Tribunjabar.id
NUZULUL QURAN: Gambar ilustrasi tentang Nuzulul Quran. - Ustaz Adi Hidayat menjelaskan cara terbaik memperingati Nuzulul Quran, berikut beberapa amalan yang dapat dikerjakan. 

TRIBUNJABAR.ID - Sudah memasuki pertengahan bulan Ramadhan 2026, umat muslim tak lama lagi akan memperingati Nuzulul Quran.

Dalam Islam, Nuzulul Quran adalah peristiwa besar turunnya Al Quran dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. 

Di Indonesia dan beberapa negara Muslim lainnya, momen Nuzulul Quran diyakini jatuh pada 17 Ramadhan.

Berdasarkan kalender Hijriah, tanggal 17 Ramadhan 1447 H tahun ini jatuh pada Sabtu 7 Maret 2026.

Memperingati Nuzulul Quran bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momen untuk mempererat kembali hubungan kita dengan Al Quran.

Ada cara memperingati Nuzulul Quran agar lebih bermakna sehingga mendapat rahmat Allah SWT.

Baca juga: Kalender Hijriah 1447 H di Bulan Maret 2026: Jadwal Nuzulul Quran hingga Idul Fitri 1447 H

Karena peristiwa ini menandai turunnya petunjuk bagi umat manusia, cara terbaik untuk memperingatinya adalah dengan aktivitas yang meningkatkan pemahaman terhadap isi kitab suci Al Quran dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya yang dikutip dari kanal YouTube-nya, Jumat (6/3/2026).

Dalam ceramahnya, menurut Ustaz Adi Hidayat, Al Quran adalah Kurikulum Kehidupan.

Menurutnya esensi turunnya Al Quran bukan sekadar untuk dibaca atau disimpan, melainkan sebagai kurikulum dan pedoman hidup (huda) bagi manusia.

“Membaca Al Quran memang mendatangkan pahala besar (10 kebaikan per huruf), namun mukjizat dan kenikmatannya baru benar-benar terasa saat isinya diamalkan,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Sebagaimana dijelaskan Al Quran diturunkan di bulan yang mulia dan diberkahi yaitu bulan Ramadhan, dijelaskan dalam surat Al Baqarah :185.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..."
 
Demikian saat memperingati Nuzulul Quran, selain dibaca tapi juga untuk di-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian Ustaz Adi Hidayat menekankan pentingnya ayat-ayat Al Quran yang sesuai dengan aktivitas manusia, di antaranya:

Akal Pikiran: Al Quran membimbing cara berpikir melalui konsep Tafakur (perencanaan), Tanadur (riset/kebaruan), Tadabur (analisis dampak), dan Tazakur (mengingat Allah).

Anggota Tubuh: Terdapat bimbingan bagi mata, lisan, telinga, hingga langkah kaki

Pakaian: Syariat hijab bagi muslimah dijelaskan sebagai tanda cinta dan perlindungan dari Allah agar mereka dikenali dan dihormati.

Kehidupan Sosial & Profesi: Al Quran juga mengatur hubungan rumah tangga (hak dan kewajiban suami-istri) serta etika dalam bisnis, birokrasi, dan penuntutan ilmu.

“Hakikat Nuzulul Quran adalah mengembalikan kita menjadi manusia Qurani yang mengamalkan isinya sesuai kemampuan dan profesi masing-masing,” pesan Ustaz Adi Hidayat.

Baca juga: Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar yang Harus Diketahui Muslim, Berikut Arti dan Maknanya

5 Amalan saat Malam Nuzulul Quran

Selain meningkatkan pemahaman dan mengimplementasikan isi Al Quran, ada beberapa hal lainnya yang dapat dikerjakan.

Berikut 5 amalan saat memperingati Nuzulul Quran.

1. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Tadarus

Jika biasanya kita hanya mengejar target khatam, di malam Nuzulul Quran ini cobalah untuk membaca Al Qudan secara tartil.

Membaca Al Quran secara tartil artinya memperhatikan tajwid dan makhraj huruf dengan lebih saksama.

Lalu, membacanya bersamaan dengan terjemahan agar arti dari ayat yang dibaca agar pesan Allah sampai ke hati.

Kemudian, mendengarkan Murottal, yaitu menyimak bacaan qari untuk menenangkan jiwa dan memperbaiki lisan.

2. Mengikuti Kajian Tafsir

Memahami konteks (asbabun nuzul) mengapa suatu ayat turun juga sangatlah penting dengan cara mengikuti kajian tafsir.

Sahabat muslim juga dapat belajar lewati literatur atau buku-buku tafsir Al Quran.

Jika tidak sempat, dapat mengikuti tabligh akbar atau ceramah dan menonton kajian online dari para ulama untuk mendalami hikmah di balik ayat-ayat tertentu.

3. Melaksanakan Iktikaf dan Salat Malam

Melaksanakan Itikaf dan salat malam tak hanya dikerjakan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Itikaf juga dapat dilakukan saat momen Nuzulul Quran agar dapat membantu kita lebih fokus berkomunikasi dengan Allah SWT.

4. Memperbanyak Zikir dan Doa

Setelah melaksanakan salat malam dan itikaf, amalan yang juga dapat dikerjakan yaitu memperbanyak zikir.

Melalui zikir umat muslim akan senantiasa mengingat Allah SWT guna merenungkan seluruh dosa yang sudah dilakukan di masa lalu.

Saat berzikir kita juga bisa memanjatkan doa-doa memohon ampunan dan permohonan lainnya.

Terdapat doa yang dapat dibaca saat memperingati Nuzulul Quran.

Satu di antaranya memohon doa keberkahan malam Nuzulul Quran.

Secara umum, masyarakat di Indonesia sering memanjatkan doa bersama (tahlil atau istighosah) yang ditutup dengan permohonan khusus agar keberkahan turunnya Al-Qur'an menyertai keluarga dan bangsa.

Berikut bunyi doanya: "Ya Allah, dengan karamah dan keberkahan Nuzulul Quran, sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu, mudahkanlah urusan kami, dan jadikanlah anak cucu kami generasi yang mencintai Al Quran."

Selain itu membaca doa khotmil quran atau doa khatam Al Quran.

Doa ini sangat populer dibaca, baik setelah mengkhatamkan Al-Qur'an maupun saat malam peringatan Nuzulul Quran, untuk memohon agar Al-Qur'an menjadi penerang hidup.

 اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنِيْ بِاْلقُرْآنِ، وَاجْعَلْهُ لِيْ إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اَللّٰهُمَّ ذَكِّرْنِيْ مِنْهُ مَا نَسِيْتُ وَعَلِّمْنِيْ مِنْهُ مَا جَهِلْتُ، وَارْزُقْنِيْ تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ، وَاجْعَلْهُ لِيْ حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia bagiku sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya dan ajarilah aku apa yang tidak aku ketahui darinya. Berikanlah aku rezeki untuk membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia bagiku sebagai pembela, wahai Tuhan semesta alam."

Baca juga: 40 Kata-kata Mutiara Ucapan Selamat Menyambut Malam Nuzulul Quran, Cocok Buat Status di Media Sosial

5. Tadabur Al Quran

Lebih dari pada itu, Allah SWT memberikan kabar gembira bagi mereka yang mentadaburi Al Quran.

Allah SWT selalu mengingatkan umat-Nya untuk membaca firman-Nya, sebagaimana terkandung dalam Al Quran surat Faathir 29-30.

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."

Demikian itulah cara memperingati Nuzulul Al Quran dan 5 amalan yang dapat dikerjakan saat malam Nuzulul Quran.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved