Bule Tukang Masak Asal Prancis Bagi-bagi Takjil di Sarijadi, Goreng Bala-bala Hingga Es Campur
David Cailleba (55) Chef asal Perancis sengaja memasak untuk bagi-bagi takjil di wilayah Sarijadi, Kamis (19/2/2026).
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Di balik kepulan uap minyak panas di sebuah sudut Jalan Perintis, Sarijadi, Kota Bandung, seorang pria bertubuh tinggi dengan wajah khas Eropa tampak sibuk memasak.
Tangannya lincah memainkan sodet, membolak-balik adonan tepung dan sayuran di dalam wajan besar.
Dia bukan sedang berada di dapur restoran bintang lima, melainkan di pelataran parkir car wash, Kamis (19/2/2026).
Dia adalah David Cailleba (55). Di jagat maya, warga negara Perancis ini lebih akrab disapa 'Bule Tukang Masak'. Sore itu, David sedang menunaikan misi sucinya di bulan Ramadhan, memastikan warga Bandung mendapatkan takjil terbaik.
Baca juga: Adaptasi Pergeseran Jadwal, Persib Latihan Perdana di Bulan Ramadhan Pada Malam Hari
Bagi David, bahasa kasih paling universal adalah makanan. Kali ini, pilihannya jatuh pada bala-bala yang merupakan gorengan legendaris yang menjadi pembuka saat berbuka puasa bagi masyarakat luas, khususnya bagi orang Sunda.
"Ini sedang menggoreng bala-bala yang memang disukai orang Sunda. Rencananya, buat 150 sampai 200 buah. Tapi, kalau kurang, ya kita goreng lagi," ujar David dengan senyum mengembang di wajahnya.
Tak hanya bala-bala, dalam bagi-bagi takjil ini disiapkan pula kurma, es teh manis, hingga es campur. Semuanya disiapkan untuk dibagikan secara gratis ke pengendara dan warga sekitar yang melintas di depan Clean 8 Indonesia.
Baca juga: Pemkab Bandung Pastikan Gaji 4.320 PPPK Paruh Waktu Tetap Dibayar Meski APBD 2026 Turun
Aksi berbagai ini bukanlah panggung pertamanya. Sosoknya mulai dikenal publik saat turun langsung di lokasi terdampak longsor Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat untuk memasak beberapa waktu lalu.
Bagi David, Ramadhan tahun ini merupakan momen untuk tak sekedar diam di rumah.
"Bergabung bersama Penka 1967, Clean 8, dan para alumni SMPN 2 Bandung angkatan '87 (Komunitas 287), saya memilih menghabiskan waktu di depan kompor sepanjang bulan suci. Bulan Ramadhan, saya belum ada kegiatan. Daripada bingung dan berdiam diri, lebih baik bergabung bantu-bantu memasak," katanya dengan nada rendah hati.
David merasakan kepuasan tersendiri saat melihat warga menerima bungkusan takjilnya. Sebagai seorang koki profesional, bayaran terbaik baginya bukanlah materi, melainkan masakan yang habis dan perut masyarakat yang kenyang. (*)
| Diky Candra Bakal Menjabat Plh Wali Kota Tasikmalaya, Ini Alasannya |
|
|---|
| Menebar Cahaya Kepedulian, PLN Hadirkan Kebahagiaan untuk Dhuafa dan Anak Yatim di Tasikmalaya |
|
|---|
| Dadang Supriyatna Minta ASN Terapkan Nilai Ramadan dalam Seluruh Aspek Pelayanan Publik |
|
|---|
| The Panturas Ubah Safari Ramadhan Jadi Aksi Sosial, Bersih Surau Bareng ABK di Jabar |
|
|---|
| 6 Amalan di Bulan Syawal Bisa Dikerjakan Setelah Ramadhan dan Idul Fitri |
|
|---|
