Senin, 18 Mei 2026

Ramadhan 2026

Masjid Agung Bandung Gelar Takjil Bersama hingga Live Streaming Saat Tarawih

Masjid Agung Bandung menyiapkan pelaksanaan Salat Tarawih selama Ramadhan dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Kemal Setia Permana
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
STREAMING - Potret Masjid Agung Bandung. Masjid Agung Bandung menyiapkan pelaksanaan Salat Tarawih selama Ramadhan dengan rangkaian kegiatan mulai dari takjil bersama, tausiah rutin, hingga siaran langsung ceramah. 
Ringkasan Berita:
  • Masjid Agung Bandung menyiapkan pelaksanaan Salat Trawih selama Ramadhan 
  • Persiapan dilakukan secara bertahap dari hari ke hari
  • Selain tausiah jelang dan setelah tarawih, pihaknya juga kembali menggelar pesantren kilat bagi pemuda dan pelajar, program yang rutin dilaksanakan setiap Ramadhan
  • Tahun ini Masjid Agung Bandung menambahkan layanan live streaming

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masjid Agung Bandung menyiapkan pelaksanaan Salat Tarawih selama Ramadhan dengan rangkaian kegiatan mulai dari takjil bersama, tausiah rutin, hingga siaran langsung ceramah.

Ketua Nadzir Masjid Agung Bandung, Roedy Winatakusumah, mengatakan persiapan dilakukan secara bertahap dari hari ke hari.

“Persiapannya sudah kami susun dari malam ke malam, dari waktu ke waktu seperti takjil bersama, terus nanti ada tausiah,” ujarnya, Rabu (18/2/2026). 

Selain tausiah jelang dan setelah tarawih, pihaknya juga kembali menggelar pesantren kilat bagi pemuda dan pelajar, program yang rutin dilaksanakan setiap Ramadhan. 

Baca juga: Jadwal Imsakiyah 1 Ramadhan, Kamis 19 Februari 2026 di Bandung, Cimahi, dan Sekitarnya

Tahun ini, kata dia, Masjid Agung Bandung menambahkan layanan live streaming agar jemaah yang tidak dapat hadir tetap bisa mengikuti rangkaian ceramah secara daring.

“Kita harapkan para diaspora di luar yang merindukan tausiah atau ceramah rohani dari Masjid Agung Bandung tetap bisa mendengarkan, tidak hanya di wilayah Indonesia,” kata Roedy.

Terkait penceramah, pihaknya belum menjadwalkan kehadiran ustaz atau figur publik nasional. 

Masjid Agung Bandung justru memprioritaskan pemberdayaan penceramah lokal dan akademisi dari perguruan tinggi Islam di Bandung.

“Untuk penceramah public figure belum kita dapatkan. Kita ingin memberdayakan kiai-kiai yang ada di sini, dari universitas Islam maupun penceramah lokal,” ujarnya. 

Meski demikian, pihaknya tetap membuka peluang jika ada ustaz kondang yang ingin mengisi ceramah selama Ramadhan.

Menurut Roedy, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan berbasis komunitas, sekaligus menghadirkan suasana Ramadan yang khidmat dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved