Senin, 11 Mei 2026

Ramadhan 2026

Tata Cara Mandi dan Keramas Sebelum Puasa Ramadhan 2026 Diajarkan Rasulullah SAW

Berikut adalah panduan tata cara mandi dan keramas yang diajarkan Rasulullah SAW.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ilustrasi keramas(Hoby Finn) via Kompas.com
RAMADHAN 2026: Ilustrasi seseorang sedang mandi dan keramas. - Awal Ramadhan 1447 H / 2026 M jatuh pada Kamis 19 Ramadhan 2026, umat muslim sudah bisa melakukan persiapan, satu di antranya mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan. Berikut adalah panduan tata cara mandi dan keramas yang diajarkan Rasulullah SAW. 

TRIBUNJABAR.ID - Berikut ini tata cara mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Kementerian Agama (Kemenag) melalui sidang isbat menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.

Umat muslim yang hendak melaksanakan puasa Ramadhan sudah melakukan persiapan.

Satu di antaranya mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan 2026.

Diketahui hukum mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan ini bukan wajib dan bukan syarat sah puasa, melainkan sunah.

Artinya, jika seseorang tidak sempat mandi pun, puasanya tetap sah selama ia sudah suci dari hadas besar (janabah/haid).

Baca juga: Doa Awal Puasa Ramadhan 2026 Beserta Artinya, Dibaca Setelah Sidang Isbat

Ritual mandi dan keramas ini bertujuan agar ketika memasuki bulan suci jiwa dan raga dalam keadaan fitri.

Dalam Islam bahkan mandi dianggap sebagai bagian dari ritual yang memiliki makna spiritual. Bukan hanya sekadar membersihkan tubuh secara fisik, melainkan juga secara batin.
 
Mandi dan keramas atau mensucikan diri dapat dimaknai sebagai langkah awal menuju kehidupan spiritual yang lebih mendalam selama bulan Ramadhan.

Dengan demikian, ibadah puasa juga dapat dimaknai bukan hanya menahan lapar dan hawa nafsu melainkan juga tentang membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tata Cara Mandi dan Keramas

Berikut tata cara mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan.

1. Niat

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدُخُولِ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu ghusla lidukhuli romadoona sunnatan lillahi ta’aalaa.”

Artinya : Aku berniat mandi menjelang atau sebelum Ramadhan sunnah karena Allah Ta’ala.

Membaca niat sebenarnya bisa dilakukan di dalam hati sebelum beranjak ke kamar mandi. Sahabat muslim juga bisa melafalkan bacaan doa niat mandi sebelum puasa Ramadhan tersebut.

2. Membersihkan telapak tangan

Sebelum mengguyur air ke seluruhan badan, terlebih dahulu membersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali secara bergantian seperti berwudhu. Hal ini dilakukan agar telapak tangan kita terhindar dari najis.

3. Membersihkan kemaluan

Setelah membersihkan tangan, kemudian bersihkan kemaluan sampai dubur bisa menggunakan sabun.

Hal ini dilakukan agar membersihkan kotoran yang mungkin masih menempel di sekitar kemaluan.

4. Mencuci kedua tangan dengan sabun

Setelah itu cuci kembali kedua tangan dengan sabun dan bilas bersih. Hal ini untuk menghindari kotoran tersisa di bagian tangan setelah membersihkan kemaluan.

5. Berwudhu

Setelah itu, dilanjutkan melakukan wudhu seperti wudhu sebelum salat.

6. Mengguyur keseluruhan badan

Setelah berwudhu, guyurkan air ke seluruh badan dari ujung rambut hingga mengalir ke pori-pori kulit.

7. Keramas

Mengguyur air ke seluruh badan dimulai di atas kepala sebanyak 3 kali.

Lalu sela pangkal rambut dengan jari-jari yang sudah basah hingga terkena kulit kepala.

Jika kulit kepala sudah dirasa basah, maka guyur dari atas kepala sebanyak 3 kali.

8. Bilas tubuh

Saat membilas tubuh, di mulai dari bagian kanan lalu dilanjutkan dengan bagian kiri dengan menggunakan air.

Pastikan setiap bagian yang ada di seluruh tubuh, dapat terkena air.

9. Baca doa sesudah mandi

Setelah mandi dan keramas tersebut seperti biasa saat keluar dari WC baca doa keluar dari kamar mandi.

Kemudian Anda juga bisa membaca doa sesudah mandi, berikut ini.

اشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya: “Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Baca juga: 50 Kata-kata Menyambut Puasa Ramadhan 2026 Buat Caption di Media Sosial

Dalil Mandi dan Keramas

Berdasarkan hukum mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan tersebut tidak ada dalil yang mendasarinya baik di dalam hadis atau pun Al Quran.

Hanya saja, saat itu tersiar dari Ummu Salamah dan Aisyah Radhiallahu'anhu menceritakan Rasulullah SAW melaksanakan mandi besar.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam kondisi junub karena berhubungan dengan istrinya. Beliau pun mandi sebelum salat subuh, kemudian puasa di hari itu.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Husain Salim Asad Ad-Darani).

Pada dasarnya, dalam hadis tersebut mandi besar dikerjakan Rasulullah SAW karena telah berhubungan dengan istri.

Namun, terkait mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan ini, bagi muslim yang ingin melaksanakannya tak ada larangan baginya.

Karenanya, diterangkan bahwa membersihkan diri termasuk amalan yang sangat dicintai.

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan melaksanakan mandi sebelum melakukan ibadah, seperti mandi sebelum salat Jumat hingga mandi sebelum salat Id.

Demikian karena tarikh perbuatan atau kebiasaan Rasulullah SAW sehingga mandi sebelum salat Id maupun mandi sebelum puasa Ramadhan dianggap pula mandi sebagai hukum sunnah.

“Sungguh aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.” (HR. Abu Daud no. 2365)

Abu Ath Tyobi pun menjelaskan mengenai hadits tersebut bahwa, “Hadits ini merupakan dalil bolehnya orang yang berpuasa untuk menyegarkan badan dari cuaca yang cukup terik dengan mengguyur air pada sebagian atau seluruh badannya. Inilah pendapat mayoritas ulama dan mereka tidak membedakan antara mandi wajib, sunnah atau mubah.” (Aunul Ma’bud, 6/352, Asy Syamilah).

Maka, kesimpulannya adalah melaksanakan mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan bukan menjadi syarat berpuasa dalam Islam.

Demikian, pada dasarnya tata cara mandi dan keramas sebelum Ramadhan sama dengan mandi besar.

Tradisi Mandi dan Keramas dalam Munggahan di Jawa Barat

Di Jawa Barat, ritual mandi dan keramas juga merupakan bagian dari kegiatan munggahan.

Secara harfiah arti munggahan adalah tradisi menyambut bulan puasa Ramadhan yang dikenal masyarakat suku Sunda atau Jawa Barat.

Dilansir dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisiata Kota Bandung, kata munggahan sendiri berasal dari Bahasa Sunda yang artinya naik.
 
Demikian makna munggahan artinya naik ke bulan suci yang derajatnya lebih tinggi.

Makna bagi masyarakat muslim Sunda, tradisi munggahan tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Mereka juga memaknai munggahan bertujuan agar terhindar dari perbuatan tidak baik selama menjalani ibadah puasa nantinya.

Biasanya ritual atau kegiatan munggahan di seluruh wilayah Jawa Barat dilakukan berbeda-beda.

Ada yang dilakukan dengan cara doa bersama, ziarah ke makam keluarga atau tokoh agama hingga berkumpul dengan keluarga dan kerabat.

Saat berkumpul saat munggahan ada juga saling bermaafan, saling mendoakan, menyantap makanan bersama hingga melakukan ritual bebersih.

Selain hati, kebersihan fisik juga menjadi simbol kesiapan diri menyambut bulan suci Ramadhan.

Saat munggahan, sebaggian masyarakat Sunda melakukan ritual bersuci atau bebersih.

Seperti mandi keramas, maupun membersihkan rumah dan masjid hingga kuburan.

Sebagian masyarakat Sunda melakukan mandi keramas di sungai, laut atau sumber mata air yang dikeramatkan.

Kini, tradisi ini tetap dilakukan di rumah masing-masing sebagai simbol menyucikan diri (hadas besar) sebelum masuk ke bulan mulia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved