Minggu, 3 Mei 2026

Massa Buruh dan Ojol di Purwakarta Terliba Kericuhan dan Saling Lempar di Jalan KH Abdurrahman

Aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2026 di Kabupaten Purwakarta diwarnai kericuhan.

Tayang:
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Deanza Falevi
BENTROK - ‎Aksi unjuk rasa buruh menuntut kenaikan UMK 2026 di Kabupaten Purwakarta berujung ricuh, Senin (22/12/2025). Massa buruh dan ratusan pengemudi ojek online (ojol) terlibat bentrokan di Jalan KH Abdurrahman, tepatnya di depan Kementerian Agama Purwakarta. 
Ringkasan Berita:
  • Bentrok terjadi antara massa buruh dan ojek online di Purwakarta.
  • Titik bentrok berada di Jalan KH Abdurrahman, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 16.40 WIB.
  • Kedua massa melakukan lemparan yang diduga dipicu insiden di Jalan Veteran.

 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

‎TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) 2026 di Kabupaten Purwakarta diwarnai kericuhan. ‎Bentrokan terjadi antara massa buruh dengan ratusan pengemudi ojek online (ojol) di sekitar lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Pantauan Tribunjabar.id di Jalan KH Abdurrahman sekitar pukul 16.40 WIB, Senin (22/12/2025), tepatnya di depan Kementerian Agama Purwakarta, terlihat situasi memanas.

‎Massa buruh dan pengemudi ojol saling serang dengan lemparan batu dan helm. Beberapa kali suara benturan terdengar, memicu kepanikan warga.

Baca juga: Aksi Buruh Warnai Akhir Tahun di Purwakarta, Tuntut Kenaikan UMK 2026 Sebesar 9 Persen

‎Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, kericuhan diduga dipicu insiden di Jalan Veteran. Seorang pengemudi ojol disebut-sebut menjadi korban pengeroyokan oleh massa buruh saat mengantarkan pesanan, sehingga memicu kedatangan ratusan ojol ke lokasi aksi.

Satu pengemudi ojol bernama Aji mengatakan, korban mengalami sejumlah luka. Dia pun menjalani visum.

‎"Korban sekarang sedang divisum karena luka-luka. Kami datang karena tidak terima ada teman kami yang dikeroyok," ujar Aji.

Baca juga: Ayam Potong Tembus Rp40 Ribu Jelang Libur Nataru Di Purwakarta, Pedagang dan Pembeli Mengeluh

‎Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak buruh terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

Aparat kepolisian terlihat berada di lokasi untuk meredam ketegangan dan mencegah kericuhan meluas, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat.

‎Tribunjabar.id masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian dan perwakilan buruh, untuk mendapatkan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved