Perkembangan Motor Listrik Melesat, Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Percepatan
Perkembangan motor listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya perhatian pemerintah
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Perkembangan motor listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif
- Program EV-GO yang digagas Raine Renaldi bersama ekosistem EV-READY Group menjadikan Bali sebagai daerah percontohan
- Raine menyebut percepatan konversi kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menyediakan motor listrik atau fasilitas konversi semata
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perkembangan motor listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya perhatian pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan ini.
Salah satu daerah yang diproyeksikan, yaitu Bali, berada di garis depan transformasi tersebut melalui berbagai program percepatan konversi dan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.
Program EV-GO yang digagas Raine Renaldi bersama ekosistem EV-READY Group menjadikan Bali sebagai daerah percontohan. Raine menyebut percepatan konversi kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menyediakan motor listrik atau fasilitas konversi semata.
Raine mengatakan, infrastruktur energi bagi publik terutama titik stasiun pengisian batteri menjadi elemen utama agar masyarakat dapat beralih ke kendaraan listrik secara masif.
Baca juga: Kepala Kanwil Imigrasi Jabar Masuk Daftar Tersangka Kasus OTT Wamen Imipas Silmy Kalim
"Untuk memenuhi kebutuhan 1 juta motor listrik di Bali, idealnya dibutuhkan sekitar 10 ribu titik stasiun penukaran baterai dengan asumsi penggunaan kendaraan setiap hari," ujar Raine di Bandung, Kamis (4/6/2026).
Dia mengatakan,konsep stasiun penukaran baterai (battery swapping) akan menjadi model utama yang dikembangkan EV-GO, karena dinilai lebih cepat, praktis, dan sesuai dengan karakter penggunaan sepeda motor di Indonesia.
Program ini juga melibatkan kolaborasi lintas industri. EV-GO bersama APSCI, Kadin, dan EV-READY Group disebut tengah menggandeng para pengusaha otomotif nasional serta pelaku usaha yang tertarik membangun bisnis infrastruktur energi baru berbasis battery swapping.
"Konsep tersebut akan dipersiapkan sebagai autopilot pengganti pom bensin di masa depan. Hal itu, seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia," katanya.
Menurutnya, pembangunan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari manufaktur, distributor, bengkel konversi, operator infrastruktur publik, hingga komunitas pengguna kendaraan listrik.
Baca juga: Ironi Sentra Garam Terbesar Jabar di Cirebon, 50 Tahun Jalan Pengangkut Hasil Tambak Tak Diaspal
Selain itu, Raine mengungkapkan bahwa minat investor asing terhadap program EV-GO mulai bermunculan setelah Bali ditetapkan sebagai pilot project nasional konversi kendaraan listrik.
"Sudah ada beberapa pihak investor asing yang ingin ikut terlibat dalam program ini. Namun hingga saat ini kami masih membuka peluang ini terlebih dahulu untuk investor lokal," ucap Raine. (*)
| Kabupaten Bandung Masih Rawan Banjir, Pemkab Siapkan 20 Infrastruktur Pengendali |
|
|---|
| Infrastruktur Dikebut, Pemkab Cirebon Perbaiki 24 Ruas Jalan Di Berbagai Wilayah |
|
|---|
| Puluhan Operator Telekomunikasi Datangi Kantor BII di Bandung, Minta Penyesuaian Tarif Ducting |
|
|---|
| IM Owners Talk Real Experience di Bandung, Momen Pengguna Motor Listrik Indomobil Berbagi Pengalaman |
|
|---|
| PLN UIP JBT Perkuat Sinergi dengan Kejati Jawa Barat untuk Kawal Infrastruktur Ketenagalistrikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lustrasi-motor-listrik-saat-dipamerkan-kepada-masyarakat.jpg)