Tim FSRD ITB Kembangkan Konsep Museum 'Knockdown' untuk Desa Wisata Kedungbenda
Fokus penelitian pada ruang edukasi, dokumentasi budaya, sekaligus daya tarik wisata baru bagi desa yang memiliki kekayaan seni tradisi
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Pengabdian Masyarakat dari Laboratorium Etnografi Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah merancang sebuah sistem pop-up display museum berkonsep knockdown.
Produk tersebut ditujukan untuk memperkuat ruang edukasi dan interpretasi budaya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Kedungbenda, di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.
Ketua tim Pengabdian Masyarakat dari FSRD ITB, Meirina Triharini mengatakan, penelitian yang dilakukan berfokus pada ruang edukasi, dokumentasi budaya, sekaligus daya tarik wisata baru bagi desa yang memiliki kekayaan seni tradisi dan potensi alam.
Baca juga: Museum Bandung Dipenuhi Foto Perjalanan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Farhan Bangga
Desa Kedungbenda, kata dia, memiliki sumber daya pertanian, peternakan, serta kekayaan budaya seperti pedalangan, macapat, ebeg, hingga lengger. Berbagai sanggar seni dan aktivitas masyarakat ini telah lama menjadi bagian penting dari identitas desa.
Selain itu, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) juga sempat aktif mengembangkan paket wisata budaya, wisata Sungai Klawing, dan kunjungan ke situs purbakala.
Hanya saja, kata dia, masyarakat di desa tersebut kerap kesulitan saat menggelar pameran karena terbatas keterhubungan antar-informasi budaya, serta adanya kebutuhan ruang interpretasi yang mampu meningkatkan pengalaman wisata.
Berdasarkan informasi tersebut, Meirina dan tim merancang sebuah sistem pop-up display museum berkonsep knockdown yang ditujukan untuk memperkuat ruang edukasi dan interpretasi budaya Pokdarwis Desa Kedungbenda.
“Kami tentu melibatkan perangkat desa, Pokdarwis, komunitas lokal, dan pelaku budaya setempat dalam setiap proses penelitian, seperti FGD dan workshop. Tujuannya, agar hasilnya bisa relevan dengan kebutuhan warga setempat,” ujar Meirina, Kamis (27/11/2025).
“Semunya dikembangkan berdasarkan hasil penelitian lapangan mengenai kondisi ruang, kebutuhan masyarakat, serta potensi desa wisata yang tengah tumbuh di Kedungbenda,” tambahnya.
Desain tersebut disiapkan agar dapat dibongkar-pasang dengan cepat, fleksibel dan mudah dioperasikan oleh warga desa. Selain struktur display, tim peneliti juga mengembangkan desain grafis, caption, poster, dan sign system sebagai elemen utama yang membantu pengunjung memahami konteks sejarah, budaya, dan keunikan lokal Kedungbenda.
Produk akhir berupa prototipe lengkap pop-up display, mulai dari panel, layout, grafis, hingga perangkat pendukung diserahkan kepada masyarakat dan pemerintah desa. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi Desa Kedungbenda untuk memperkuat inisiatif desa wisata, menyediakan media edukasi bagi warga dan pengunjung, sekaligus menjadi sarana dokumentasi budaya yang berkelanjutan.
“Sistem knockdown dipilih karena memungkinkan efisiensi penyimpanan, mobilitas tinggi, serta kemampuan untuk menyesuaikan tema pameran sesuai momentum kegiatan desa,” ucapnya.
“Kami berharap hasil penelitian dan produk yang dirancang bisa meningkatkan literasi budaya, memperpanjang durasi kunjungan wisatawan, serta membuka peluang kolaborasi lanjutan di bidang pendidikan, riset, dan promosi desa wisata,” tambahnya.
Baca juga: Uniknya Mobil Hias Museum Geologi untuk Ramaikan Bandung Citylight Carnival, Habiskan Belasan Juta
Produk tersebut disusun tim pengabdian masyarakat bersama Arianti Ayu Puspita, Prananda Luffiansyah Malasan, R. Raditya Ardianto T, Khalisa Nur Azizah, Roly Salley Anwary S.
Mereka melakukan penelitian lima tahun sejak tahun 2020. Kegiatan ini juga merupakan salah satu aktivasi project museum benda. Meirina berharap apa yang sudah dihasilkan bisa diaplikasikan di desa lain di indonesia yang memiliki berbagai karakteristik budaya khas yang sangat beragam.
FSRD ITB
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Kelompok Sadar Wisata
Meirina Triharini
Kabupaten Purbalingga
Bandung
| Daftar Kerugian yang Dialami Persija Jakarta Gegara Gagal Jamu Persib Bandung di Jakarta |
|
|---|
| Bomber Persib Siap Jaga Kondusivitas: Tanggapi Himbauan Kapolda Jabar Untuk Dukung Dari Rumah |
|
|---|
| Penjualan Mobil Listrik di Jabar Meningkat, Wuling Luncurkan SUV Keluarga Eksion di Bandung |
|
|---|
| Taman Safari Indonesia Dukung Transformasi Kebun Binatang Bandung sebagai Lembaga Konservasi Modern |
|
|---|
| Bobotoh Karawang Siapkan Nobar Persija Vs Persib Bandung, Berharap Beckham Cetak Gol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/FSRD-ITB-rancang-sistem-museum-di-purbalingga.jpg)