Kamis, 16 April 2026

Netty Prasetiyani Minta BGN Tegas Lakukan Evaluasi, Tutup SPPG Bermasalah 

Dikatakan Netty, rentetan kasus keracunan sepanjang 2025 harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh dalam tata kelola MBG sebagai program strategis.

Istimewa
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani mendorong agar Badan Gizi Nasional (BGN) tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyimpang dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dikatakan Netty, rentetan kasus keracunan sepanjang 2025 harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh dalam tata kelola MBG sebagai program strategis nasional.

Evaluasi pada program MBG, kata dia, tidak cukup berhenti pada tataran administrasi, tetapi harus menyentuh aspek pengawasan, penindakan, hingga keberanian menutup SPPG yang menyimpang.

“Kasus yang terjadi harus menjadi pijakan BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh. BGN juga harus berani melakukan beberapa tahapan, tahapan penindakan,” ujar Netty, Rabu (24/12/2025).

Menurutnya, jika ditemukan kesalahan serius dalam pengelolaan SPPG, BGN tak boleh ragu menjatuhkan sanksi tegas, termasuk penutupan sementara demi perbaikan menyeluruh.

“Bila memang ada SPPG yang melakukan kesalahan dan perlu ditutup sementara, maka BGN harus lakukan agar ada perbaikan,” katanya.

Selain itu, Netty juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia. Salah satunya, pelatihan ahli gizi, kepala SPPG, hingga petugas quality control yang harus dipastikan berjalan serius dan berstandar tinggi, mencakup pemahaman gizi, pengolahan makanan, pemorsian, hingga pengemasan.

“BGN harus bekerja sama dengan para pihak agar bisa berkualitas MBG ini,” ucapnya.

Netty juga mendorong keterlibatan aparat penegak hukum dalam pengawasan MBG. Langkah ini dinilai krusial mengingat besarnya anggaran negara yang digelontorkan untuk program tersebut.

“Agar tidak ada penyimpangan dari anggaran yang besar dari MBG ini. Mudah-mudahan sesuai dengan tujuan diselenggarakan MBG. Yang pertama, gizi tertingkatkan, membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan denyut ekonomi itu ada di lapangan di masyarakat,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved