Pembebasan Lahan Telan Rp 36 Miliar Beres, Underpass Gatot Subroto Cimahi Rp 150 Miliar Masuk Lelang
Pemkot Cimahi tuntaskan pembebasan lahan Rp36 miliar untuk Underpass Gatot Subroto. Proyek dilanjutkan lelang Pemprov Jabar senilai Rp150 miliar.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menaruh perhatian serius terhadap penanganan kemacetan akibat tingginya intensitas perlintasan kereta api di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi.
Langkah nyata ditunjukkan lewat kolaborasi anggaran jumbo ratusan miliar rupiah guna merealisasikan pembangunan proyek infrastruktur Underpass Gatot Subroto.
Sebagai bentuk komitmen di tingkat daerah, Pemkot Cimahi mengonfirmasi telah menuntaskan sepenuhnya porsi tanggung jawab mereka dalam pembebasan lahan yang terdampak proyek tersebut.
Anggaran daerah sebesar Rp36 miliar digelontorkan untuk memastikan penataan lahan clear tanpa gejolak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, menjelaskan bahwa bangunan-bangunan yang berdiri di atas lahan terdampak kini sudah mulai ditertibkan secara bertahap oleh petugas di lapangan.
"Kalau untuk pembebasan lahan sudah beres dari kita, nilainya Rp36 miliar," ujar Wilman saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).
Pemprov Jabar Ambil Alih Pendanaan Fisik
Setelah urusan lahan diselesaikan oleh Pemkot Cimahi, tahapan pengerjaan fisik kini diambil alih oleh Pemprov Jabar melalui proses lelang.
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) INAPROC, proyek vital ini dilelang dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp150 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp130 miliar.
Pihak Dinas PUPR Cimahi menyebut proses lelang berjalan sesuai koridor.
Jika tidak ada aral melintang, penandatanganan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga akan segera terlaksana dalam waktu dekat.
"Kalau informasi yang kami terima memang sudah dilelangkan dan kalau melihat jadwal itu seharusnya tanggal 21 Juli sudah tanda tangan kontrak," kata Wilman menambahkan.
Pembangunan underpass di titik ini dinilai sebagai keputusan strategis yang tidak bisa ditunda lagi. Kehadiran transportasi publik massal seperti kereta feeder (pengumpan) High Speed Railway dan kereta api reguler yang melintas setiap 15 hingga 30 menit sekali, terbukti menjadi pemicu utama kelumpuhan arus lalu lintas di kawasan Gatot Subroto.
Melalui integrasi infrastruktur ini, pemerintah berharap mobilitas ekonomi masyarakat kota militer ini dapat kembali bergerak produktif sekaligus menekan angka risiko kecelakaan di pelintasan sebidang perkeretaapian. (*)
Baca juga: Pembebasan Lahan Rampung, Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Selesai dalam 6 Bulan ke Depan
| Gosip Transfer Persib Bandung: Lepas Layvin Kurzawa, Maung Diisukan Bidik Eks PSG Lainnya |
|
|---|
| KRONOLOGI Truk Tisu Terguling di Jalur Gentong Jabar Pagi Ini, Oleng di Turunan saat Subuh |
|
|---|
| UPDATE Truk Tisu Terguling di Gentong: Jalur Sempat Buka Tutup, Polisi Evakuasi Pakai Rantai Besi |
|
|---|
| Penantian 15 Tahun Kasiyati, Rumah Anyaman Bambu di Cirebon Kini Masuk Daftar Prioritas Rutilahu |
|
|---|
| Meski Suarakan Kemarahan, Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di DPRD Jabar Berakhir Tertib dan Kondusif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rel-gatsu-baros-undepass-sriwijaya.jpg)