Selasa, 12 Mei 2026

Sita Speaker Bluetooth hingga Alat Cukur, Hasil Razia dan Tes Urine di Lapas Perempuan Bandung

Lapas Perempuan Bandung, menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap petugas maupun warga binaan, Jumat (8/5/2026). 

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Lapas Perempuan Bandung, menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap petugas maupun warga binaan, Jumat (8/5/2026).  

Laporan Wartawan Tribunjabar.id Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lapas Perempuan Bandung, menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap petugas maupun warga binaan, Jumat (8/5/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang dari kamar hunian warga binaan, mulai dari benda berbahan kaca hingga alat tajam ringan.

Kegiatan itu diawali dengan apel ikrar dan penguatan pengawasan pemasyarakatan bersih dari hape ilegal, narkoba, dan penipuan. Razia dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui surat Nomor PAS-UM.01.01-150 tertanggal 6 Mei 2026.

Kepala Lapas Perempuan Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati, memimpin langsung kegiatan yang diikuti seluruh jajaran pejabat manajerial, pejabat fungsional tertentu, hingga petugas pelaksana.

Rangkaian kegiatan turut melibatkan aparat penegak hukum dari Brimob Polda Jabar, Polsek Arcamanik, Koramil 1810 Arcamanik Bandung, BNN Kota Bandung, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Dalam kegiatan tersebut, Kalapas membacakan ikrar pemasyarakatan bersih dari hape ilegal, narkoba, dan penipuan, yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama disaksikan aparat penegak hukum dan tamu undangan.

Gayatri menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral seluruh petugas dalam menjaga lapas tetap bersih dari barang terlarang.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial atau formalitas, melainkan mengandung tanggung jawab moral seluruh petugas Lapas Perempuan Bandung dan merupakan harga mati yang harus ditaati bersama,” ujar Gayatri, Jumat (8/5/2026).

Seusai apel, petugas gabungan langsung melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan dan tes urine. Pengawasan dilakukan bersama unsur TNI, Polri, dan BNN.

Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang terlarang seperti speaker bluetooth, gunting, piring dan mangkok beling, botol kaca, sendok serta garpu stainless, korek api, obeng, pinset, hingga alat cukur. Namun, petugas memastikan tidak ditemukan narkoba dalam penggeledahan tersebut.

Selain razia, petugas juga melakukan tes urine terhadap 10 pegawai dan 15 warga binaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif narkoba.

Pihak lapas menyebut kegiatan itu dilakukan untuk memperkuat komitmen zero halinar (hape, pungli dan narkoba) meningkatkan disiplin warga binaan, memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved