Waspada! BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Jabar Datang Lebih Cepat dan Berlangsung Lebih Lama
BMKG memprakirakan musim kemarau 2026 di Jawa Barat datang lebih awal mulai Maret. Waspadai potensi kekeringan dan kebakaran hutan.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Datang Lebih Cepat: Musim kemarau 2026 di Jawa Barat diprediksi tiba lebih awal dibandingkan rata-rata normal (periode 1991–2020).
- Tahapan Awal Kemarau: Bekasi dan Karawang jadi wilayah paling cepat memasuki kemarau.
- Puncak & Durasi: Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya (13–15 dasarian).
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan musim kemarau 2026 untuk wilayah Jabar.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan model prediksi iklim periode normal 1991–2020, musim kemarau tahun ini diprakirakan datang lebih cepat dari normal dengan sifat hujan didominasi bawah normal di sebagian besar wilayah.
Awal musim kemarau diprediksi terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau pada Mei 2026.
"Awal musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Maret 2026: 1 ZOM (2,4 persen), meliputi wilayah Bekasi bagian utara, Kota Bekasi bagian utara, dan Karawang bagian barat laut.
Selanjutnya pada April 2026: 4 ZOM (9,8 % ), diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta bagian timur laut, Subang bagian utara, Indramayu, serta sebagian wilayah Cirebon," kata Kepala Stasiun Geofisika Jabar, Teguh Rahayu, Jumat (13/3/2026) dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Rahayu menyebut sebagian besar wilayah Jabar diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026: 23 ZOM (56,1 % ).
Baca juga: Purwakarta Dibayangi Cuaca Ekstrem selama Musim Mudik Lebaran, BPBD Siagakan 55 Personel
Wilayah-wilayah itu meliputi sebagian wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, serta wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Banjar.
Kemudian pada Juni 2026: 12 ZOM (29,3 % ), musim kemarau diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur bagian barat laut.
Lalu ada Bandung Raya, Garut bagian tenggara, Tasikmalaya bagian selatan, dan Pangandaran bagian barat.
Selain itu terdapat 1 ZOM bertipe satu musim (2,4 % ).
"Secara umum, sebagian besar wilayah Jabar diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan durasi kemarau berkisar 13–15 dasarian dan diprediksi memiliki durasi lebih panjang dari normal," ucapnya.
Dengan sifat hujan yang didominasi bawah normal dan durasi kemarau yang cenderung lebih panjang.
Potensi dampak yang perlu diwaspadai, antara lain kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air bersih, gangguan irigasi pertanian, serta peningkatan resiko kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan, penurunan ketersediaan air, gangguan irigasi pertanian, serta peningkatan resiko kebakaran hutan dan lahan, melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal dan penyesuaian kalender tanam.(*)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
kemarau Jabar 2026
prediksi BMKG
Krisis air
BMKG Bandung
Bandung
| Pertaruangan Dua Raksasa ASEAN Akhirnya Terwujud, Persib Potensi Bertemu JDT di Ajang ACC |
|
|---|
| Persib Bandung Resmi Punya Wakil di Piala Dunia 2026, Frans Putros Lolos Skuad Final Irak |
|
|---|
| Persib Makin Diakui Secara Global, Dapat Surat Cinta dari FIFA Melalui Erick Thohir |
|
|---|
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Angie Natesha Soroti Keadilan Sosial yang Belum Merata |
|
|---|
| Akhir Penantian Panjang Saddil Ramdani, Pemain Persib Ini Kembali ke Timnas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Musim-kemarau-panjang-mengakibatkan-surutnya-air.jpg)