Kamis, 4 Juni 2026

Marak Percobaan Bunuh Diri di Flyover Pasupati Bandung, Pencegahan Sejak Dini Segera Diterapkan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mencatat lima kasus percobaan bunuh diri di Flyover Pasupati dalam dua pekan terakhir.

Tayang:
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Penampakan Jembatan Pasupati atau Jalan Mochtar Kusumaatmadja yang makin cantik dengan diaktifkannya kerlipan warna-warni yang menghiasi kabel pancangnya. 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mencatat lima kasus percobaan bunuh diri di Flyover Pasupati dalam dua pekan terakhir. 
  • Menanggapi fenomena ini, Pemkot Bandung akan memperkuat layanan kesehatan mental di sekolah dan puskesmas secara bertahap. 
  • Fokus utama adalah deteksi dini, mengingat hasil survei menunjukkan 75 ribu pelajar Bandung mengalami stres dan depresi yang memerlukan penanganan psikolog klinis.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung mulai melakukan langkah pencegahan setelah maraknya fenomena percobaan bunuh diri di Flyover Pasupati atau Flyover Kusumaatmadja yang terjadi beberapa hari terakhir.

Seperti diketahui, berdasarkan data pihak Kecamatan Bandung Wetan dalam waktu dua pekan terakhir, kasus percobaan bunuh diri di Flyover Pasupati sudah terjadi 5 kali, sehingga aparat kewilayahan meningkatkan patroli.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena menunjukkan persoalan kesehatan mental yang semakin nyata di masyarakat, sehingga tingkat stres dan depresi warga sudah tidak bisa diabaikan lagi.

"Itulah sebabnya Forkopimcam Bandung Wetan melakukan patroli setiap hari. Namun patroli tentu ada kemungkinan meleset. Kalau patroli meleset dan ternyata ada yang terjun, itu sangat berbahaya," ujar Farhan, Rabu (11/3/2026).

Selain melakukan patroli, Pemkot Bandung memilih pendekatan pencegahan sejak dini, terutama melalui lingkungan pendidikan. Sebab, berdasarkan hasil survei, sekitar 75 ribu pelajar di Kota Bandung dari tingkat SD hingga SMA mengalami stres ringan hingga depresi berat.

Farhan mengatakan, tindakan bunuh diri umumnya tidak terjadi secara spontan. Kebanyakan kasus muncul setelah seseorang mengalami depresi berat dalam waktu yang cukup lama.

"Biasanya mereka sudah mengalami depresi selama dua tahun terakhir, bahkan depresi yang sangat kuat. Jadi bunuh diri itu hampir tidak pernah terjadi secara spontan. Artinya, penanganannya harus dilakukan sejak awal," katanya.

Selain itu, Pemkot Bandung juga tengah menunggu program dari Kementerian Kesehatan yang akan menempatkan psikolog klinis di puskesmas. Nantinya masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan mental secara langsung di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

"Di puskesmas nanti akan ada layanan psikologis. Pada saat bersamaan para psikolog juga akan melatih guru BK agar mampu mengidentifikasi murid-murid yang mengalami gangguan psikologis," ucap Farhan.

Namun layanan tersebut belum dapat tersedia di seluruh puskesmas karena keterbatasan jumlah tenaga psikolog klinis. Dari sekitar 80 puskesmas di Kota Bandung, layanan tersebut akan dimulai secara bertahap. 

Kontak Bantuan 

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved