Sabtu, 11 April 2026

Gass Mudik Tribun Jabar 2026

Bandung Ancang-ancang Hadapi Lonjakan Pemudik, 10 Armada Cadangan Disiapkan

Jumlah pemudik diprediksi akan mengalami peningkatan 10 persen hingga 15 persen dibandingkan dengan arus mudik tahun sebelumnya.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
TERMINAL CICAHEUM - Susana di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, saat arus mudik tahun lalu. Saat ini Dinas Perhubungan Kota Bandung sudah melakukan persiapan. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Perhubungan Kota Bandung memprediksi jumlah pemudik tahun 2026 meningkat 10–15 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Untuk antisipasi, disiapkan 10 unit bus cadangan dan koordinasi dengan perusahaan otobus jika terjadi kekurangan armada.
  • Dishub juga menggandeng DAMRI serta menyiapkan program transportasi gratis melalui Trans Metro Bandung dan Teman Bus Bandung.
  • Kebijakan ini diharapkan membantu mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas jalan utama.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perhubungan Kota Bandung mulai ancang-ancang untuk menghadapi lonjakan pemudik pada tahun 2026 ini, baik yang menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.

Saat ini Dinas Perhubungan sudah melakukan persiapan karena jumlah pemudik diprediksi akan mengalami peningkatan 10 persen hingga 15 persen dibandingkan dengan arus mudik tahun sebelumnya.

‎Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif yakni dengan menyediakan bus cadangan.

Baca juga: Kuota Mudik Gratis Lebaran 2026 dari Pemprov Jabar Masih Tersedia, Tersisa 13 Rute Perjalanan 

‎"Selain menyiapkan bus cadangan, kami juga sudah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan otobus untuk mengantisipasi jika terjadi kekurangan armada saat arus mudik," ujarnya saat dihubungi, Senin (3/9/2026).

‎Sedikitnya 10 unit bus tambahan telah disiapkan sebagai armada cadangan. Bus-bus tersebut akan dikerahkan saat penumpang meningkat secara signifikan dan tidak dapat ditampung oleh armada reguler yang beroperasi.

Selain itu, kata Rasdian, pihaknya menggandeng operator transportasi milik pemerintah, yakni DAMRI, untuk membantu menambah ketersediaan armada selama masa arus mudik.

‎"Kami juga menyiapkan program transportasi gratis yang akan memanfaatkan beberapa layanan angkutan massal yang telah beroperasi di Kota Bandung, seperti Trans Metro Bandung dan Teman Bus Bandung," kata Rasdian.

‎Rasdian mengatakan, ‎kebijakan itu diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat dan mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan, apalagi saat ini indikasi peningkatan jumlah pemudik mulai terlihat.

‎Salah satu lokasi yang menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat adalah Terminal Cicaheum. Di terminal tersebut, aktivitas penumpang mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.

Baca juga: Dishub Jabar Prediksi 30,97 Juta Warga Akan Mudik, Simak Kapan Puncak Arus Balik

‎"Dari tren yang terlihat, terutama di kawasan Cicaheum, ada kenaikan pergerakan penumpang. Selain itu kendaraan pribadi juga diperkirakan meningkat," ucapnya.

‎Menurutnya, peningkatan mobilitas menjelang arus mudik tidak hanya terjadi pada transportasi umum, tetapi juga pada penggunaan kendaraan pribadi karena hal ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved