Selasa, 16 Juni 2026

Proyek Transportasi Besar di Cekungan Bandung Mulai Bergerak, Bandung Siapkan 232 Halte BRT

Pembangunan halte BRT di Kota Bandung mulai dilakukan di sejumlah titik sebagai bagian dari proyek transportasi di kawasan Cekungan Bandung.

Tayang:
Diskominfo Kota Bandung
Pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung mulai dilakukan di sejumlah titik sebagai bagian dari proyek transportasi di kawasan Cekungan Bandung. 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung mulai dilakukan di sejumlah titik sebagai bagian dari proyek transportasi di kawasan Cekungan Bandung. 
  • Sebanyak 232 halte akan dibangun di 22 kecamatan dengan tiga jenis fasilitas, sementara sekitar 27 lokasi sudah memasuki tahap awal pekerjaan. 
  • Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan nantinya dioperasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan dukungan integrasi angkutan kota sebagai feeder.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah titik di Kota Bandung mulai disiapkan untuk pembangunan halte layanan Bus Rapid Transit (BRT). Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari proyek pengembangan transportasi massal yang menjangkau kawasan Cekungan Bandung.

Dinas Perhubungan Kota Bandung menyebutkan, terdapat ratusan titik halte yang direncanakan berdiri di wilayah kota. Totalnya mencapai 232 lokasi yang akan menjadi bagian dari jaringan layanan BRT di Bandung.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung, Ferlian Hadi, menerangkan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan yang mencakup kawasan Cekungan Bandung secara keseluruhan.

“Untuk halte off corridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota Bandung dan sisanya 24 titik berada di Kota Cimahi,” ujarnya dilansir laman Pemkot Bandung.

Menurut Ferlian, penyebaran halte di Kota Bandung mencakup hampir seluruh wilayah administratif kota. Ratusan titik tersebut akan ditempatkan di 22 kecamatan yang ada di Kota Bandung.

Ia juga memaparkan bahwa halte yang dirancang dalam proyek ini memiliki tiga kategori utama berdasarkan bentuk dan ukuran bangunannya.

Dari total 232 titik halte yang disiapkan di Kota Bandung, sebanyak 172 lokasi berupa bus pole, yakni penanda halte berbentuk tiang sederhana. Selain itu, 80 titik lainnya dirancang sebagai small shelter, sedangkan empat titik sisanya akan dibangun sebagai big shelter dengan ukuran lebih besar.

Halte berukuran besar atau big shelter tersebut direncanakan berdiri di beberapa lokasi yang dianggap strategis. Empat titik yang dipilih adalah Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong.

Jika ditinjau berdasarkan klasifikasi status jalan, distribusi halte tersebut terbagi dalam beberapa kategori. Sebanyak 38 titik berada di ruas jalan nasional, 45 titik berada di jalan provinsi, dan 149 titik lainnya ditempatkan di jalan kota.

Selain pembangunan halte off corridor, proyek ini juga mencakup pembangunan halte on corridor yang berada di jalur khusus BRT. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 37 titik dengan sistem jalur terpisah menggunakan separator, serupa dengan konsep busway.

“Kalau yang on corridor jalurnya khusus. Sedangkan yang off corridor menggunakan mix traffic atau bercampur dengan kendaraan lainnya,” jelas Felian.

Untuk tahap awal, pembangunan halte off corridor telah mulai dilakukan di sejumlah lokasi di Kota Bandung. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan, setidaknya terdapat sekitar 27 titik yang sudah masuk tahap pengerjaan.

Beberapa lokasi yang telah mulai dikerjakan di antaranya berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion GBLA, Jalan Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, serta Jalan Merdeka.

Pada tahap saat ini, kegiatan pembangunan masih berada pada fase awal. Pekerjaan yang dilakukan mencakup pembongkaran fasilitas lama serta persiapan lahan sebelum konstruksi dimulai.

Ferlian menyampaikan bahwa berdasarkan jadwal yang ditetapkan Kementerian Perhubungan, pembangunan seluruh halte BRT, baik on corridor maupun off corridor, ditargetkan dapat selesai pada akhir tahun 2026.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved