Minggu, 3 Mei 2026

Peluncuran Buku 'Prabowonomics' di ITB Jadi Forum Diskusi Arah Demokrasi dan Kepemimpinan Prabowo

Dalam seminar itu, Syahganda mengatakan bahwa buku yang ditulisnya itu memotret tantangan Indonesia ke depan

Tayang:
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
WAWANCARA - Syahganda Nainggolan (tengah) saat diwawancarai disela peluncuran buku dan diskusi di Aula Barat, Institut Teknologi Bandung, Kamis (5/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Buku Prabowonomics, Demokrasi, dan Tantangan ke Depan karya Syahganda Nainggolan diluncurkan dalam seminar di Institut Teknologi Bandung, membahas arah demokrasi dan strategi kepemimpinan Prabowo Subianto.
  • Sekitar 30 persen isi buku membahas konsep “Prabowonomics”, termasuk strategi kepemimpinan Prabowo dalam menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik global.
  • Buku tersebut menyoroti tantangan Indonesia ke depan, seperti perlambatan ekonomi global, serta meningkatnya kompleksitas geopolitik dunia.

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Buku “Prabowonomics, Demokrasi, dan Tantangan ke Depan” karya Syahganda Nainggolan, menjadi bahan diskusi mengenai arah demokrasi dan strategi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ke depan, di tengah ketidakpastian global.

Buku itu diluncurkan dalam seminar yang digelar di Aula Barat, Institut Teknologi Bandung, Kota Bandung, Kamis (5/3/2026), dengan menghadirkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Rocky Gerung, Rafi Ahmad, serta Rektor ITB Tatacipta Dirgantara.

Dalam seminar itu, Syahganda mengatakan bahwa buku yang ditulisnya itu memotret tantangan Indonesia ke depan, mulai dari dinamika demokrasi, kondisi ekonomi, hingga konteks geopolitik global.

Baca juga: Diskusi Buku “Mega Merger In The Pandemic Era”: Catatan Penting untuk Perbankan Syariah Indonesia

Syahganda menyebut, sekitar 30 persen isi bukunya membahas konsep “Prabowonomics”, termasuk pandangannya mengenai kepemimpinan Prabowo dalam menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik.

“Buku ini saya tulis karena saya yakin Pak Presiden Prabowo adalah orang yang tepat memimpin republik di saat krisis seperti sekarang,” ujar Syahganda.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak ringan. Selain perlambatan ekonomi global, situasi geopolitik juga semakin kompleks. Ia menilai, kepemimpinan yang ideologis dan strategis diperlukan agar Indonesia mampu bangkit dari situasi tersebut.

“Ekonomi dunia sedang bergejolak, perang di berbagai kawasan juga memengaruhi stabilitas global. Saya berharap kepemimpinan beliau bisa membawa bangsa ini bangkit,” katanya.

Syahganda menambahkan, pesan utama dalam buku tersebut adalah mendorong publik percaya terhadap kepemimpinan Prabowo, terutama di tengah tuntutan masyarakat yang ingin hasil cepat dari berbagai kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Dasco mengatakan buku tersebut tidak hanya membahas soal ekonomi, tetapi juga memberikan refleksi mengenai demokrasi, kritik yang konstruktif, dan pentingnya menjaga persatuan nasional.

“Saya sudah membaca buku ini. Judulnya memang fantastis, tapi isinya berisi berbagai pandangan tentang demokrasi, koreksi yang membangun, dan persatuan nasional,” ujar Dasco.

Baca juga: Ketika Amil di Karawang Meletakkan Buku Akad dan Mengangkat Bidak Catur

Dasco menilai, buku tersebut berisi banyak gagasan mengenai masa depan Indonesia serta harapan-harapan yang bisa menjadi bahan refleksi bagi publik.

“Buku ini berbicara tentang Indonesia ke depan, tentang harapan dan apa yang harus kita lakukan. Karena itu menurut saya buku ini memang harus dibaca,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved