Minggu, 19 April 2026

Kota Bandung Diprediksi Diserbu 700 Ribu Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memprediksi kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2026 mencapai 700 ribu orang.

tribunjabar.id / Muhamad Syarif Abdussalam
Wisatawan memadati Jalan Braga, Kota Bandung, pada akhir pekan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memprediksi kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2026 mencapai 700 ribu orang. 
Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memprediksi kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2026 mencapai 700 ribu orang. 
  • Meski jumlahnya diperkirakan di bawah momentum Tahun Baru karena terpecah arus mudik, beban lalu lintas Kota Bandung diprediksi tetap tinggi sebagai jalur transit menuju Lembang dan Ciwidey. 
  • Pemkot Bandung kini mulai mengidentifikasi titik rawan kemacetan untuk persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung diprediksi diserbu ratusan ribu wisatawan dari berbagai daerah selama libur Lebaran mendatang, hingga pemerintah mulai ancang-ancang untuk menghadapi lonjakan itu.

Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, pergerakan masyarakat yang masuk ke Bandung selama libur lebaran mencapai 600 ribu orang dan pada tahun ini diprediksi bisa tembus hingga 700 ribu orang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, jumlah 700 ribu wisatawan yang diprediksi akan berlibur saat Lebaran tersebut kemungkinan tidak akan setinggi momentum libur Tahun Baru.

"Kalau Tahun Baru biasanya tidak ada arus mudik keluar kota, sehingga hampir semua berlibur ke Bandung. Saat Lebaran, arusnya terpecah ke jalur mudik Pantura, Garut, Tasikmalaya, hingga Jawa Tengah," ujar Farhan, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, saat momen libur lebaran maupun tahun baru, Kota Bandung ini  menjadi kota tujuan wisata sekaligus kota transit bagi wisatawan yang akan berlibur ke objek wisata wilayah Bandung Raya.

"Mau ke Ciwidey atau ke Lembang pasti lewat pusat Kota Bandung. Artinya, beban lalu lintas dan mobilitas masyarakat akan sangat tinggi," katanya.

Sementara sejumlah titik yang diprediksi mengalami kepadatan antara lain pusat Kota Bandung, kawasan wisata Ciwidey di Kabupaten Bandung serta Lembang di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kondisi tersebut, kata Farhan, koordinasi lintas sektor menjadi krusial, terutama dalam pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan kawasan strategis.

Farhan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk mengidentifikasi titik-titik rawan kemacetan maupun potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kita akan identifikasi lebih lanjut titik rawannya. Prinsipnya, Kota Bandung siap siaga," ucap Farhan.

Menurutnya, dengan karakter Bandung sebagai kota wisata sekaligus kota persinggahan, kesiapan infrastruktur, pengamanan, serta manajemen lalu lintas menjadi perhatian utama dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved