Rusun Subsidi di Bandung
Mimpi Anak Sadang Serang jadi Pemain Persib Bakal Terusik Pembangunan Rumah Susun
Bagi mereka, selama garis lapangan masih bisa dibayangkan dan bola masih bisa menggelinding, mimpi untuk menjadi pemain Persib tetap terasa dekat.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Anak-anak Kampung Pasirkaliki Barat tetap semangat berlatih bola di lahan Pemkot Bandung seluas 3.456 m⊃2; meski area tersebut segera dibangun Rusunami (14/2/2026).
- Di tengah keterbatasan fasilitas dan ancaman hilangnya ruang terbuka, mereka bermimpi menjadi pemain Persib.
- Warga khawatir pembangunan bagi MBR ini akan menghilangkan satu-satunya sarana interaksi dan bermain anak di lingkungan padat.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anak-anak di Kampung Pasirkaliki Barat, RT 10 RW 15, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, tampak asyik bermain sepak bola di lahan milik Pemerintah Kota Bandung yang dalam waktu dekat akan dibangun rumah susun milik (Rusunami).
Sabtu 14 Februari 2026 sore, sejumlah anak berlarian di atas hamparan tanah yang memiliki seluas total 3.456 meter persegi. Dua batu disusun sebagai gawang. Sebagian bermain tanpa alas kaki. Debu tipis beterbangan setiap kali bola plastik ditendang keras ke arah gawang.
Lapangan itu berada di tengah kepadatan permukiman. Rumah-rumah berdempetan, gang sempit hanya cukup dilalui satu mobil. Di sudut lahan, tampak kendaraan warga terparkir. Rumput liar tumbuh tak merata, menyisakan tanah keras yang menjadi arena utama anak-anak menggiring bola.
“Kalau sore pasti main di sini,” ujar Rahman (14).
Bagi anak-anak di kampung itu, lahan tersebut bukan sekadar tanah kosong. Setiap hari selepas sekolah, mereka berkumpul, membagi tim, dan bermain hingga adzan magrib terdengar dari masjid sekitar. Sorak-sorai dan teriakan saling menyemangati menjadi pemandangan rutin.
Beberapa di antara mereka menyimpan mimpi besar. Ingin menjadi pemain profesional dan mengenakan seragam kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung.
“Pengen jadi pemain Persib,” kata Rizky (14), singkatnya.
Lapangan itu telah puluhan tahun digunakan warga sebagai ruang terbuka. Selain untuk bermain bola, lahan tersebut juga kerap dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan parkir kendaraan.
Kini, Pemerintah Kota Bandung memproyeksikan lahan tersebut untuk pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rencana pembangunan itu membuat lapangan yang selama ini menjadi ruang bermain anak-anak terancam hilang. Sejumlah warga sebelumnya menyampaikan kekhawatiran tidak adanya lagi ruang terbuka bagi aktivitas anak-anak jika pembangunan dimulai.
Di tengah rencana pembangunan tersebut, aktivitas sore anak-anak tetap berlangsung seperti biasa. Mereka terus berlari, mengejar bola, dan berlatih menendang ke arah gawang seadanya.
Bagi mereka, selama garis lapangan masih bisa dibayangkan dan bola masih bisa menggelinding, mimpi untuk menjadi pemain Persib tetap terasa dekat, meski lapangan tempat mereka berlatih segera berubah menjadi bangunan bertingkat.
| 800 Unit Hunian Disiapkan di Rusunami Sadang Serang Bandung, Intip Kemungkinan Besar Cicilannya |
|
|---|
| Polemik Rusunami Sadang Serang: Warga Emoh Kehilangan Lapangan Bola, Pakar Ingatkan Bahaya Gedung |
|
|---|
| Sosiolog Unpad Ingatkan Aspek Sosial Pembangunan Rumah Susun 20 Lantai di Sadang Serang Bandung |
|
|---|
| Respons Pemkot Bandung Soal Penolakan Pembangunan Rumah Susun di Sadang Serang |
|
|---|
| Lahan 3.456 M Persegi di Sadang Serang Akan Dibangun Rusunami, Warga Pertanyakan Calon Penghuninya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Rizky-dan-Rahman-14-bermain-b.jpg)