Selasa, 19 Mei 2026

Longsor Besar di Cisarua

Pemerintah Modifikasi Cuaca Agar Pencarian Korban Longsong Cisarua Bisa Maksimal

Pemerintah melakukan modifikasi cuaca di Cisarua untuk memudahkan proses pencarian korban yang belum ditemukan.

Tayang:
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
MODIFIKASI CUACA - Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan keterangan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). Syafii mengatakan bahwa pemerintah melakukan modifikasi cuaca dilakukan agar hujan tak kembali turun dan tidak menghambat proses pencarian korban. 
Ringkasan Berita:
  • Pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih terus berlangsung
  • Faktor cuaca masih menjadi salah satu kendala upaya memaksimalkan pencarian korban
  • Untuk mempermudah proses pencarian korban, pemerintah melakukan modifikasi cuaca
  • Modifikasi cuaca dilakukan agar hujan tak kembali turun dan tidak menghambat proses pencarian korban
  • Hingga Minggu (25/1/2026) siang, masih ada 80 korban yang belum ditemukan

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih terus berlangsung.

Namun faktor cuaca masih menjadi salah satu kendala upaya memaksimalkan pencarian korban.

Untuk mempermudah proses pencarian korban, pemerintah melakukan modifikasi cuaca.

Menurut Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, modifikasi cuaca dilakukan agar hujan tak kembali turun dan tidak menghambat proses pencarian korban.

Baca juga: Ajaib, Balita 2 Tahun Ditemukan Selamat di Atas Genting Saat Rumah Lainnya Terkubur Longsor Cisarua

Hingga Minggu (25/1/2026) siang, masih ada 80 korban yang diduga masih tertimbun material longsor berupa lumpur.

"Mudah-mudahan cuaca bisa membantu, sudah dilaksanakan operasi modifikasi cuaca oleh BNPB, karena kejadian ini disebabkan oleh dampak hidrometeorologi," kata Mohammad Syafii di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, Minggu (25/1/2026).

Mohammad Syafii mengatakan bahwa Basarnas telah memetakan dan melakukan asesmen area yang tertimbun longsor, termasuk titik mahkota longsor.

Setidaknya ada 250 personil terlatih dan lebih dari 450 personil tambahan yang berjibaku melakukan operasi pencarian korban longsor.

"Pencarian juga dilakukan melalui unsur udara, ada 12 drone yang kita operasikan, di darat ada alat berat yang sudah terggelar, memang alat berat memang belum bisa langsung kita masukkan, karena kondisi struktur longsor masih seperti bentuk pasir," ujarnya.

Baca juga: Update Longsor Cisarua Bandung: Daftar 7 Nama Jenazah Teridentifikasi dari 16 Kantong

Syafii menuturkan Untuk mendukung pencarian 80 korban yang masih tertimbun, petugas juga mengerahkan anjing pelacak untuk menendus keberadaan korban.

"Informasi yang kita dapat, korban masih lebih dari 80, masih dalam proses pencarian. Hari ini kita juga mengerahkan K9 untuk membantu proses penemuan korban," kata Syafii. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved