Longsor Besar di Cisarua
Kisah Tanu Selamat dari Longsor Cisarua, Selamatkan Istri dan Anak, tapi Adik dan Mertua Hilang
Dalam kekacauan longsor Cisarua, Tanu hanya sempat menyelamatkan istri dan dua anaknya yang berusia usia 7 dan 17 tahun.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Tanu, korban longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih kehilangan anggota keluarganya.
- Dalam kekacauan, Tanu hanya sempat menyelamatkan istri dan dua anaknya yang berusia usia 7 dan 17 tahun.
- Total ada tujuh anggota keluarga Tanu yang hingga saat ini belum ditemukan, terdiri dari enam saudara kandung dan satu mertua.
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suara teriakan minta tolong dan gemuruh longsoran tanah masih terngiang di telinga Tanu (48), korban longsor di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Tanu masih ingat betul bagaimana longsoran tanah meratakan kampungnya, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.
“Hujan kan tidak berhenti selama tiga hari, pas tengah malam itu seperti ada getaran. Awalnya lambat, tapi terus-terusan,” kenang Tanu, saat berbincang dengan Tribun Jabar, di posko pengungsian, Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1/2026).
Sesaat kemudian, Tanu mendengar suara gemuruh dan teriakan minta tolong dari rumah keluarganya yang berada persis di atas rumahnya.
“Uwa tolong wa, wa tolong wa. Terus suaranya hilang. Muncul lagi sebentar, terus hilang lagi,” katanya.
Tanu yang penasaran, kemudian langsung ke luar rumah dan melihat tetangganya sudah berlarian, sambil berteriak meminta pertolongan. Saat itulah Tanu sadar, bahwa suara itu benar-benar suara adiknya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Wapres Gibran Tiba di Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat, Cek Titik yang Tertimbun
Sempat Selamatkan Istri dan 2 Anaknya
Dalam kekacauan, Tanu hanya sempat menyelamatkan istri dan dua anaknya yang berusia usia 7 dan 17 tahun.
Dalam gelap dan hujan deras, Tanu bersama keluarga dan tetangganya berlarian menuju kantor Desa yang kini jadi posko pengungsian.
“Saya melihat adik saya itu sempat ngumpet di sekitar kandang sapi. Tapi sampai tadi pagi masih belum ada (ditemukan),” ucapnya.
Peristiwa longsoran tanah itu, kata dia, berlangsung sangat cepat sehingga Tanu tak sempat menyelamatkan adiknya yang berlindung di kandang sapi.
“Saya lihat pas kejadian. Tapi bagaimana, saya di kondisi itu gak bisa berbuat apa-apa, bingung,” katanya.
Total ada tujuh anggota keluarga Tanu yang hingga saat ini belum ditemukan, terdiri dari enam saudara kandung dan satu mertua.
“Semuanya adik saya ada 9, tinggal 6 orang lagi sama mertua saya 1 (jadi 7) belum ketemu,” katanya.
Hilang 28 Ekor Kambing
Tak cuma anggota keluarga, Tanu juga harus rela kehilangan 28 ekor kambing hasil jerih payahnya sebagai peternak yang ikut tertimbun longsor. Kambing-kambing itu adalah mata pencahariannya, sumber penghidupan keluarga.
“Itu buat dijual. Sudah ada yang pesan dari Cimahi,” katanya.
Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Korban Longsor Cisarua Ditemukan Pagi Ini, 12 Kantong Jenazah Diserahkan ke Tim DVI
Jika dirupiahkan, kerugian itu mencapai sekitar Rp 84 juta. Kambing-kambing tersebut rencananya akan dijual untuk persiapan hari raya Idul Adha. Namun kini, semuanya hilang tertutup lumpur dan batu.
| Relokasi Korban Longsor Pasirlangu Masih Menggantung, Musyawarah Desa KBB Belum Temui Titik Temu |
|
|---|
| Mitigasi Longsor Pasirlangu: Tebar Benih Pakai Drone & Tukar Guling Lahan |
|
|---|
| Misteri 10 Jenazah Tak Teridentifikasi Longsor Cisarua, Pemakamannya Diiringi Tangis Ratusan Warga |
|
|---|
| Tangis Ai di Makam Massal Cisarua: Kehilangan 7 Saudara, Ikhlaskan Cucu Lewat Ritual Genggam Tanah |
|
|---|
| Sepuluh Jenazah Tanpa Nama Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tanu-korban-selamat-longsor-Cisarua-Kabupaten-Bandung-Barat-Minggu-2512026.jpg)