Jabar 'Dikepung' Banjir dan Longsor, Warga Diminta Waspada, Puncak Musim Hujan Akan Terjadi 2 Kali
Sejak Kamis hingga Jumat 5 Desember 2025 sejumlah daerah di Jawa Barat, mengalami bencana banjir hingga tanah longsor.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejak Kamis hingga Jumat 5 Desember 2025 sejumlah daerah di Jawa Barat, mengalami bencana banjir hingga tanah longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, ada enam wilayah yang terdampak bencana yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Cianjur, Subang, Bandung Barat dan Purwakarta. Rata-rata, bencana yang terjadi yakni banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem.
Bencana di enam daerah itu mengakibatkan 3.832 jiwa terdampak, bahkan 87 jiwa harus mengungsi.
Selain itu terdapat 3.097 bangunan terdampak, 12 rumah rusak berat, 45 rumah rusak sedang, dan 42 rumah rusak ringan, kemudian satu rumah ibadah dan lima fasilitas pendidikan serta 53 hektare lahan persawahan yang terdampak bencana.
Baca juga: Doa ketika Hujan agar Tak Membawa Bencana Banjir dan Longsor Lengkap dengan Artinya
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, berdasarkan hasil perkiraan BMKG, puncak musim hujan di Jabar akan terjadi dua kali yakni Desember 2025 dan Februari sampai Maret 2026.
Teten pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di semua daerah, agar waspada khususnya mereka yang tinggal di wilayah rawan bencana.
"Intensitas hujan yang mulai tinggi berpotensi menyebabkan tanah longsor dan banjir. Kami imbau ke masyarakat agar waspada," ujar Teten, Jumat (5/12/2025).
Teten pun meminta kepada masyarakat yang tinggal daerah perbukitan agar lebih peka terhadap tanda pergerakan tanah.
Biasanya, kata dia, tanda awal pergerakan tanah terdapat retakan pada permukaan tanah disertai suara dan perubahan kemiringan bangunan.
"Kalau ada tanda-tanda itu, masyarakat harus menjauh dan menuju lokasi yang aman," katanya.
Teten juga mengingatkan, mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan teknis, tetapi juga pada perilaku manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Baca juga: KDM Ungkap Tiga Langkah Strategis Pemprov Jabar untuk Atasi Banjir Tahunan di Bandung
Kerusakan alam akibat penebangan pohon atau pengubahan fungsi lahan dapat meningkatkan risiko bencana.
"Kalau kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Mengembalikan fungsi alam adalah bagian penting dari upaya mengurangi risiko bencana," ucapnya.
| Banjir Bikin Jalur Pantura Cirebon Lumpuh Pagi-pagi, Pemotor Pilih Berhenti karena Berbahaya |
|
|---|
| Viral Banjir Jalur Wisata Palutungan Kuningan, Kades Cisantana Bantah Imbas Tempat Wisata |
|
|---|
| KDM Sebut Milangkala Tatar Sunda Dongkrak Ekonomi dan Bangkitkan Spirit Warga Jabar |
|
|---|
| KDM Didampingi Bupati Dony Kembalikan Mahkota Binokasih ke Karaton Sumedang Larang |
|
|---|
| Jadwal SPMB Sekolah Maung Gagasan Dedi Mulyadi, Kuota 21 Ribu Siswa baru dan Tanpa Sistem Zonasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/longsor-di-pananjung.jpg)