Kuota Haji Turun Drastis, Wabup Bandung Barat Angkat Bicara
Asep yang pernah menjabat Kepala Kemenag Bandung Barat itu menjelaskan, penyesuaian kuota haji di setiap daerah merupakan langkah strategis.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Reporter Tribunjabar.id.Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail meminta warga yang keberangkatan haji-nya tertunda akibat pemangkasan kuota untuk legawa.
Bandung Barat terkena pemangkasan kuota haji untuk pemberangkatan tahun 2026 cukup drastis, dari 1.066 dipangkas hingga menyisakan sekitar 130.
"Iya jelas (harus legawa), karena ini semuanya tujuannya baik dan haji ini merupakan panggilan Allah SWT. Jadi, menurut kita hari ini akan berangkat, tapi ternyata Allah memberikan jalan lain, Insyaallah kalau kita sudah datar, sudah dicatat oleh Allah, melalui malaikat tidak akan hilang pahalanya," kata Asep, Minggu (30/11/2025).
Asep yang pernah menjabat Kepala Kemenag Bandung Barat itu menjelaskan, penyesuaian kuota haji di setiap daerah merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah pusat. Salah satu tujuannya adalah menyeragamkan durasi waktu tunggu keberangkatan haji di setiap wilayah.
Acuan kebijaksanaan penyesuaian kuota haji pun telah didasarkan pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 2025 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
"Tujuan kementerian haji saya kira seperti itu, jadi daftar tunggu seluruh Indonesia itu sama, informasinya jadi rata semuanya, 26 tahun, tidak seperti dulu yang berbeda-beda, saya kira ini konsep untuk berkeadilan," ujarnya.
Asep menambahkan, Pemkab Bandung Barat telah berkoordinasi dengan instansi terkait agar memperkuat edukasi dan sosialisasi penyelenggaraan haji yang mengalami perubahan. Hal itu dilakukan untuk menekan potensi gejolak di masyarakat.
"Saya sudah minta ke Kemenag supaya segera mengumpulkan KBIH menyampaikan informasi ini terkait dengan perubahan dari kementerian dan juga kebijakan dari Kementerian Haji. Jadi biar masyarakat tahu secara teknis, saya sudah memerintahkan mengkoordinasikan ke Kementerian Agama Bandung Barat dan juga ke Kementerian Agama Provinsi supaya segera disosialisasikan biar masyarakat tenang," ujarnya.
Di tingkat lebih teknis, Asep belum mengetahui secara detail terkait pemilihan jemaah haji yang akan diberangkatkan tahun 2026.
"Tentunya sudah ada yang pengecekan badan, dan lainnya, Saya akan menyampaikan ke Bupati, supaya yang berangkat itu yang sudah cek kesehatannya, mungkin sudah lunas dibayarkan, tentunya ini harus menjadi pertimbangan pemerintah daerah Kepala Kementerian Bandung Barat," pungkasnya.
| Dalam Semangat Hardiknas, Siswa di Jabar Dapat Fasilitas Belajar dan Pelatihan Karakter |
|
|---|
| Cekcok di Jalan Berujung Maut di Cipeundeuy Bandung Barat, Berawal Motor Korban Salah Belok |
|
|---|
| Momen Iduladha 2026 di Bandung Barat, Ditemukan 1.256 Hewan Tak Layak Kurban |
|
|---|
| Mengintip Arus Lalu Lintas di Kawasan Wisata Lembang Bandung Barat saat Libur Iduladha |
|
|---|
| Hadapi Libur Panjang Iduladha 2026, Bupati Jeje Ritchie Minta Wisata Bandung Barat Bersolek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Bandung-Barat-Asep-Ismail-di-sela.jpg)