Menonton Tayangan Pendek Konferensi Asia Afrika versi Artificial Intelligence di Lembang
Wisatawan yang berkunjung ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dapat menjadikan Museum Lotus sebagai salah satu destinasi wisata edukasi.
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan kontributor Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Wisatawan yang berkunjung ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dapat menjadikan Museum Lotus sebagai salah satu destinasi wisata edukasi.
Di sini wisatawan akan diajak menonton tayang atau film pendek yang menampilkan suasana rapat besar Konferensi Asia Afrika di Kota Bandung tahun 1955 yang diproduksi melalui teknologi Artificial intelligence (AI).
Tayangan berdurasi 8 menit tersebut disajikan dalam sebuah ruang mini teater tiga layar.
Meski berdurasi terbilang singkat, gemuruh, hiruk pikuk, hingga kesakralan Konferensi Asia Afrika 1955 tersaji apik dengan tokoh dan latar yang dibuat melalui teknologi AI.
CEO PT Curaweda, Azhar Muhammad Fuad, mengtakan pihaknya menghadirkan Museum Lotus di The Great Asia Afrika (TGAA) Lembang sebagai wahana digital yang menyuguhkan pengalaman sejarah imersif melalui teknologi AI.
Menurut Azhar, tayangan pendek Konferensi Asia Afrika 1955 yang dibuat melalui AI merupakan inovasi untuk mengenalkan sejarah dengan mengikuti kemajuan teknologi.
"Ini untuk menjembatani generasi muda dengan sejarah bangsa melalui cara yang inspiratif. Dengan memanfaatkan AI, kami ingin menghadirkan sejarah bukan hanya sebagai cerita masa lalu, melainkan melalui pengalaman hidup yang bisa dirasakan langsung," kata Azhar Muhammad Fuad di TGAA, Minggu (7/9/2025).
Baca juga: Niat Seru-seruan Setelah Botram, Dua Pelajar di Tasikmalaya Tewas Tenggelam di Curug Sula
Meski menggunakan AI, tayangan yang diproduksi tak dibuat secara asal-asalan.
Materi yang dijadikan bahan video AI telah diseleksi ketat dengan melibatkan peneliti bahkan sejarawan.
Bahkan, video versi AI pun telah melalui kurasi sebelum disuguhkan kepada publik.
"Kita sebut dengan AI yang beretika. Seluruh tokoh, objek yang ditampilkan bersumber dari data primer yang telah tervalidasi oleh pihak yang berwenang, sehingga menghadirkan pengalaman sejarah yang autentik, kredibel, sekaligus menghormati nilai budaya dan warisan bangsa," tegasnya.
Selain menonton film Konferensi Asia Afrika 1955 versi AI, Museum Lotus juga menghadirkan berbagai teknologi berbasis AI yang bisa dinikmati langsung wisatawan TGAA. Mulai dari AI Generative Painting hingga berswafoto bersama avatar AI tokoh-tokoh Konferensi Asia Afrika.
"Museum Lotus diharapkan menjadi warna baru bagi wisata edukasi di Jabar khususnya Lembang, melalui pengalaman yang menghubungkan teknologi dengan warisan sejarah bangsa," ujarnya.
Azhar menyebut Museum Lotus merupakan museum AI pertama yang ada di wilayah Bandung Raya.
"Betul ini yang pertama, kita sudah riset dan memang kita yang pertama menggunakan AI ini, nanti kita akan ada juga di Kota Bandung," katanya. (*)
| Cara Baru Baca Sejarah! Pemkot Bandung Hadirkan Pameran 'Bandung Milestone' |
|
|---|
| Pengajuan Kawasan KAA di Bandung Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO Tempuh Jalan Panjang |
|
|---|
| Ingatkan Bandung Kota Bersejarah Saat Peringati 71 Tahun KAA, Fadli Zon Pamerkan Arsip Langka |
|
|---|
| Jejak 71 Tahun KAA Bandung: Saat Asia-Afrika Bersatu Lawan Kolonialisme dan Ketegangan Dunia |
|
|---|
| Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika, Menelusuri Bandung 1955 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Museum-Lotus-Lembang.jpg)