Senin, 27 April 2026

Kirab Budaya HUT Jabar Berantakan, Dedi Mulyadi Protes Rombongan OPD Mendahului Daerah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pun meninggalkan acara sebelum semua peserta kirab sampai ke Gedung Sate. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
putri puspita/tribunjabar
KIRAB BUDAYA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Kirab Budaya HUT ke-80 Provinsi Jabar, Selasa 19 Agustus 2025. Kirab atau karnaval sejarah Jawa Barat dalam rangkaian HUT Jabar ke-80 dihentikan di tengah jalan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kirab atau karnaval sejarah Jawa Barat dalam rangkaian HUT Jabar ke-80 dihentikan tengah jalan.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pun meninggalkan acara sebelum semua peserta kirab sampai ke Gedung Sate

Momen itu terjadi saat Dedi Mulyadi sampai ke Gedung Sate menunggangi kuda bersama wakilnya Erwan Setiawan. 

Rombongan Gubernur yang datang lebih dulu dan menunggu kirab daerah di tribun kehormatan.

Sambil menunggu, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan serta kepala daerah lain, sempat ikut menari bersama para penari caruban yang dihadirkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar. 

Berdasarkan rangkaian cerita yang dibacakan pembawa acara, harusnya rombongan yang datang adalah Kabupaten Subang dengan cerita Nyai Subang Larang yang merupakan perempuan bangsawan, penyebar agama Islam di Tanah Sunda.

Baca juga: Apa itu Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian? Berikut Penjelasan Filolog Anggi Endrawan

Namun, rupanya rombongan yang datang ke depan tribun kehormatan adalah arak-arakan 38 organisasi perangkat daerah (OPD), bukan rombongan 27 kabupaten/kota. 

Tampak Sekda Jabar, Herman Suryatman beserta para asisten menunggang kuda, diikuti dinas dan badan yang menghadirkan arak-arakan dengan beragam tema. 

Dedi Mulyadi yang tengah duduk pun langsung beranjak dari tempat duduknya, naik ke atas panggung dan mengambil mikrofon.

KIRAB BUDAYA - Fitra yang menjadi Nyi Subang Larang pada Kirab Budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Barat di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Selasa (19/8/2025).
KIRAB BUDAYA - Fitra yang menjadi Nyi Subang Larang pada Kirab Budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Barat di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Selasa (19/8/2025). (Tribun Jabar/ Putri Puspita)

“Pada teman-teman Sekretaris Daerah mohon berhentikan dulu kegiatannya. Kita hormati yang kabupaten/kota yang akan lebih dulu," ujar Dedi. 

Karnaval ini, kata dia, memiliki rangkaian cerita bukan pawai. Setelah cerita tentang Caruban Pajajaran, kata Dedi, harusnya masuk Subang Larang, itu kabupaten kota menceritakan sejarah Jawa Barat. 

"Bukan Setda motong ditengah terus bikin pawai,” katanya. 

“Mohon dimengerti teman-teman Setda, ini cerita rangkaian sejarah Jawa Barat yang diceritakan dalam bentuk karnaval budaya, mohon ngerti seni, silahkan stop yang Setda, lebih dulu yang kabupaten kota,” tambahnya, dengan nada meninggi.

Meski sempat muncul kirab dari daerah lain, namun tidak seluruhnya bisa melintas, mengingat arak-arakan OPD sudah memenuhi rute terlebih dahulu. 

Begitu adzan magrib, Dedi Mulyadi memanggil panitia, kemudian dia beranjak masuk ke Gedung Sate dan kirab pun dihentikan. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved