Tren Seprai 2026: Minimalis, Two Tone Hingga Anti Geser
Tren 2026 juga menunjukkan meningkatnya minat terhadap sprei dengan desain simpel namun berkarakter.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memasuki 2026, perhatian masyarakat terhadap kualitas istirahat kian meningkat.
Setelah melewati masa libur panjang dan kembali dihadapkan pada rutinitas harian yang padat, ruang tidur kembali menjadi pusat perhatian sebagai tempat paling personal untuk istirahat.
Kondisi ini mendorong perubahan tren perlengkapan tidur, khususnya seprai, yang kini tak hanya mengutamakan fungsi, tetapi juga estetika dan kenyamanan jangka panjang.
Tren seprai 2026 ditandai dengan perpaduan antara material berkualitas, desain yang fleksibel, serta warna-warna yang mudah disesuaikan dengan berbagai gaya interior kamar tidur.
Pelaku UMKM perlengkapan rumah asal Cimahi, Finetrus, Sandi Purnama melihat perubahan tren ini sebagai respons atas kebutuhan konsumen modern, khususnya keluarga muda dan kelompok usia produktif.
“Tren seprai saat ini mengarah pada produk yang nyaman dipakai, awet, dan tetap selaras dengan desain kamar tidur. Konsumen ingin seprai yang fungsional tapi juga enak dipandang,” ujar Sandi saat wawancara virtual dalam Sukses Berkarya Sebelum 30 bersama Shopee, Selasa (13/1/2026),
Menurut Sandi, tren 2026 juga menunjukkan meningkatnya minat terhadap seprai dengan desain simpel namun berkarakter, seperti permainan warna lembut, konsep two-tone, serta motif minimalis yang mudah dipadupadankan.
“Konsumen tidak lagi terpaku pada motif ramai, melainkan mencari kesan bersih, hangat, dan modern,” ucapnya.
Dari sisi material, seprai berbahan microtex, micro tencel, hingga katun pilihan menjadi favorit karena dikenal lembut, ringan, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Selain itu, kemudahan perawatan juga menjadi pertimbangan utama, seiring gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis.
“Inovasi produk juga menjadi kunci. Sekarang banyak konsumen mencari seprai yang tidak mudah bergeser, tetap rapi saat digunakan, dan tahan lama meski sering dicuci,” kata Sandi.
Menjawab tren tersebut, produknya menghadirkan berbagai pembaruan produk di 2026, seperti seprai anti-geser, bedcover dua warna, hingga koleksi premium dengan bahan impor yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal sekaligus mempercantik tampilan kamar tidur.
Konsep ini, kata Sandi, sejalan dengan tren back from holiday, di mana banyak orang mulai menata ulang rumah dan ruang istirahat agar lebih nyaman setelah kembali beraktivitas.
Sandi mengatakan, saat ini kesadaran konsumen terhadap kualitas produk lokal pun semakin meningkat.
Melalui kehadiran di berbagai marketplace, UMKM perlengkapan rumah kini memiliki ruang lebih luas untuk menjangkau pasar nasional, sekaligus memperkenalkan produk yang mampu bersaing dari sisi kualitas dan desain.
| Dompet Dhuafa-Pemprov Sumbar Dorong Pemulihan Ekonomi Pascabencana via UMKM Tanpa Bunga |
|
|---|
| bank bjb Dorong Generasi Muda dan UMKM Naik Kelas Lewat Seminar Career Compass di Unpas |
|
|---|
| Pohon Setinggi 15 Meter di Cimahi Tumbang Timpa PKL dan Siswa SD Citeureup, 11 Orang Luka-luka |
|
|---|
| Viral Video Keributan di Melong Cimahi, Rupanya Berawal dari 'Ngapel' dalam Kondisi Mabuk |
|
|---|
| Kisah Herni di Pangandaran, Sulap Rumput Laut Jadi Produk Krispi dan Berdayakan Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Koleksi-sprei-Finetrus-yang-menghadirkan-kon.jpg)