Renovasi SLB ABCD Caringin Bandung, Ipsos Foundation Gelar Workshop Daur Ulang Plastik
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan fasilitas pendidikan dan memberdayakan para guru serta siswa, terutama bagi anak-anak.
Penulis: Tiah SM | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ipsos Foundation berhasil menyelesaikan renovasi Sekolah Luar Biasa (SLB) ABCD Caringin di Bandung, Jawa Barat, sekaligus menyelenggarakan workshop daur ulang plastik yang inovatif.
Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan fasilitas pendidikan dan memberdayakan para guru serta siswa, terutama bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Sebagai bagian dari misi keberlanjutan Ipsos Foundation, renovasi ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur sekolah, yang sebelumnya kerap terganggu di musim hujan.
Dengan fasilitas yang telah diperbaiki, kini siswa dan guru dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan efektif.
Tak hanya itu, Ipsos Foundation juga menyelenggarakan workshop daur ulang plastik untuk membekali para guru keterampilan praktis dalam pengelolaan limbah. Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan peluang ekonomi melalui produksi barang bernilai dari bahan daur ulang.
SLB ABCD Caringin didirikan pada tahun 2003 oleh Tatang dan almarhum saudaranya, Ade Daud, untuk menjawab kebutuhan akan fasilitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut.
Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Lara Adam Mulia, sekolah ini telah menjadi simbol inklusivitas.
Tatang, yang juga seorang penyandang disabilitas dengan gangguan penglihatan, berbagi rasa syukurnya atas dukungan Ipsos Foundation.
"Pendidikan adalah hak dasar yang seharusnya dapat diakses oleh semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Dukungan ini tidak hanya memperbaiki fasilitas sekolah kami tetapi juga memberdayakan para guru dan siswa kami."
"Kami percaya bahwa peningkatan ini, bersama dengan keterampilan baru yang mereka pelajari, akan membantu anak-anak kami berkembang dan berkontribusi positif bagi masyarakat," ujarnya melalui siaran digital, Selasa (19/11/2024).
Workshop daur ulang plastik yang diadakan oleh Ipsos Foundation menjadi bagian integral dari upaya pengembangan kewirausahaan sekolah. Dalam pelatihan ini, para ahli daur ulang mengajarkan cara inovatif mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai jual.
Dengan pelatihan yang komprehensif, para guru tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga mendapatkan keterampilan baru yang dapat ditularkan kepada siswa. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat misi sekolah dalam keberlanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Andi Sukma, Executive Director Ipsos Indonesia, menegaskan pentingnya menciptakan dampak sosial melalui pendidikan inklusif.
Ia mengatakan survei Ipsos Education Monitor 2023 menunjukkan bahwa 72 persen masyarakat Indonesia percaya jika institusi pendidikan masih kekurangan sumber daya yang memadai.
Inisiatif seperti ini sangat penting untuk mendorong perubahan positif. Kami bertujuan untuk memberikan dampak tidak hanya bagi para guru dan siswa, tetapi juga bagi lingkungan.
| Gedung Sate dan Gasibu Siap Dipadukan, Pemprov Jabar Mulai Membangun Ruang Publik Nyaman |
|
|---|
| Dampak Pembangunan BRT, 36 Trayek Bus di Terminal Cicaheum Siap Dialihkan ke Leuwipanjang |
|
|---|
| Lembaga Konservasi Internasional Vantara India Periksa Kesehatan Satwa Bandung Zoo |
|
|---|
| Potret Sejarah KAA di Hotel Savoy Homann: Mengintip Kamar 144 yang Pernah Ditempati Jawaharlal Nehru |
|
|---|
| Pelayanan Kecamatan Tetap Normal, Tak Terdampak Kebijakan WFH ASN di Kota Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Renovasi-SLB-ABCD-Caringin-Bandung-Ipsos-Foundation-Gelar-Workshop-Daur-Ulang-Plastik.jpg)