Jumat, 10 April 2026

Pemkot Bandung Sudah Perbaiki 1.719 Rumah Tidak Layak Huni Melalui Program Rutilahu

Di Kota Bandung ada 1.719 rumah tidak layak huni diperbaiki  di tahun 2024

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Iustrasi - Perbaikan rumah tidak layak huni ( rutilahu). Di Kota Bandung ada 1.719 rumah tidak layak huni diperbaiki  di tahun 2024. 

TRIBUNJABAR.ID , BANDUNG - Salah satu bentuk perlindungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kepada masyarakat miskin yaitu dengan menggulirkan kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni alias Rutilahu. 

Di Kota Bandung ada 1.719 rumah tidak layak huni diperbaiki  di tahun 2024 termasuk bantuan dari Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). 

Program P2WKSS tahun 2024, kelurahan Sukagalih menjadi lokus kegiatan. Sebanyak 9 rumah diberikan stimulan perbaikan rumah. 

Salah satu warga penerima manfaat, Hendar (50) mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Bandung. Kini hunian yang ia tempati itu menjadi lebih baik dan layak huni. 

"Alhamdulilah dapat bantuan dari pemerintah, saya bersyukur dan rasa terimakasih kepada Pemkot Bandung," ujar Hendra saat ditemui di kediamannya. 

Baca juga: Masuk Usia ke 79, Komisi IV DPRD Jawa Barat Menekankan Peningkatan Program Rutilahu

Ia mengungkapkan hal ini sangat bermanfaat bagi keluarga. Dengan hunian yang lebih representatif bisa dirasakan. 

Memiliki, luas bangunan 30 meter persegi yang baru di perbaiki ini, Hendra ungkapkan sangat nyaman dan cepat pengerjaannya sehingga anak istri senang. 

"Sekitar 1,5 bulan direnovasinya, alhamdulilah cepat waktunya. Lantai 1 bisa untuk ruang keluarga dan lantai atas bisa menjemur pakaian," tandasnya.

Sementara itu, Lurah Sukagalih, Annisa Dewi mengatakan selain perbaikan rumah, ada berbagai kegiatan dari  P2WKSS. Mulai dari pelatihan catering, menjahit, tata rias hingga digitalisasi marketing. 

Baca juga: Abdul Jabbar Majid Harapkan Kemiskinan Ekstrim Menurun dengan Program Rutilahu

"Berbagai OPD membantu memberikan pelatihan dan sosialisasi agar masyarakat disini lebih oahan dan mampu berdaya saing," ungkapnya. 

Kendati demikian, lanjut Dewi salah satu yang sangat terasa dalam P2WKSS ini yaitu bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. 

Selain anggaran dari pemerintah, swadaya masyarakat pun sangat tinggi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.  

"Alhamdulilah warga disini guyub, mampu menghimpun dana Rp. 500 juta untuk masyarakat yang membutuhkan, " ujarnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved