West Java Festival Hadirkan Produk UMKM Ber-SNI, Berlangsung Hingga 25 Agustus
Ratusan stan UMKM menjajakan produk berstandar nasional Indonesia (SNI) di acara West Java Festival (WJF) yang berlangsung Gedung Sate.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan stan usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjajakan produk berstandar nasional Indonesia (SNI) di acara West Java Festival (WJF) yang berlangsung di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (23/8/2024).
Kegiatan yang digelar selama tiga hari, 23-25 Agustus 2024, dibuka oleh Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin.
Seusai membuka acara, Bey bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jabar, Noneng Komara Nengsih, dan jajaran, berkeliling ke sejumlah stan.
Bey berharap masyarakat mendapatkan banyak jejaring untuk mengembangkan usaha atau sekadar belanja produk lokal berkualitas dengan adanya kegiatan ini.
"Produk sudah baik dan harga relatif murah. Seperti tas ransel tadi Rp 150 ribu. Mari gunakan produk lokal, kualitasnya juga enggak kalah," ujar Bey, Jumat.
Baca juga: Partisipasi Kemenkumham Jabar bersama UMKM Se-Jawa Barat Meriahkan West Java Festival 2024
Kadisperindag Jabar, Noneng Komara Nengsih, mengatakan, di acara WJF tahun ini diikuti sekitar 279 kalau both atau stan.
"Tapi UMKM nya lebih banyak, karena ada yang masak dan sebagainya, satu both juga kadang-kadang tidak hanya satu produk, jadi lebih banyak lagi," ujar Noneng.
Menurutnya, produk yang dijual di stan WJF kali ini telah berlabel SNI, sebagai upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk atau barang yang akan mereka beli.
Produk yang telah tersertifikasi SNI ini, kata Noneng, sudah dipastikan terjamin kualitasnya sehingga tidak perlu khawatir dalam penggunaannya.
Baca juga: Pemprov Jabar Berikan Serifikat Halal dan Hak Cipta kepada Ratusan Pelaku UMKM
"Harapannya masyarakat semakin cerdas. Lihat SNI-nya. Kita edukasi terus," katanya.
Tidak hanya itu, melalui pameran ini, kata dia, diharapkan mampu menjadi celah bagi UMKM untuk melihat produk seperti apa yang diminati masyarakat.
Noneng bersyukur karena tingginya animo masyarakat yang hadir. Dia berharap, momen ini dapat meningkatkan pergerakan ekonomi khususnya bagi UMKM.
"Alhamdulillah tadi penuh. Mudah-mudahan ini meningkatkan antusiasme dan optimisme ekonomi kita secara keseluruhan, kalau belanja (pengunjung) artinya ada daya beli di situ," katanya. (*)
| Hasil LKPM April Bakal Jadi Penentu Outlook Investasi Jawa Barat di Tengah Isu Geopolitik |
|
|---|
| Tren Wisata Bergeser ke Alam, Pangandaran Disiapkan Jadi Destinasi Kelas Dunia |
|
|---|
| Haris Sanjaya Soroti Penguatan UMKM dan Perlindungan Usaha Lokal di Jawa Barat |
|
|---|
| Pede Bakal Masuk Struktur Pengurus DPD Golkar Jabar, Asep Suparman: Sudah Tidak Ada Kubu-kubuan |
|
|---|
| Pakar Hukum: Penghapusan KTP saat Bayar Pajak Kendaraan Tak Sesuai Aturan, Tapi Banyak Manfaatnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/West-Java-Festival-WJF-yang-berlangsung-di-halaman-Gedung-Sate-Kota-Bandung.jpg)