Unik, Ada Desa Kasmaran di Indramayu, Begini Asal-usul Penamaannya
Sebagian besar orang mengenal kata kasmaran dengan istilah dimabuk cinta. Semua orang mungkin merasakan bagaimana rasanya kasmaran.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebagian besar orang mengenal kata kasmaran dengan istilah dimabuk cinta. Semua orang mungkin merasakan bagaimana rasanya kasmaran.
Berbicara soal kasmaran, kata tersebut rupanya menjadi nama satu desa yang ada di Kabupaten Indramayu.
Lokasi Desa Kasmaran masuk dalam wilayah Kecamatan Widasari.
Konon, menurut sejarah, nama desa ini diambil dari peristiwa perebutan wilayah Lea atau yang sekarang dikenal Kecamatan Lelea antara Kerajaan Sumedang Larang dan Indramayu.
Mengutip History of Cirebon, pemimpin Indramayu yang saat itu dipimpin oleh Pangeran Darma diketahui terlibat peristiwa keributan dengan negara tetangga hingga membuat sebagian tanah kekuasaannya di Kecamatan Lelea diambil alih Kerajaan Sumedang Larang.
Peristiwa itu bermula ketika putra mahkota Sumedang Larang dan Indramayu menuntut ilmu di Cirebon.
Saat menuntut ilmu itu, keduanya menyukai gadis yang sama.
Karena merasa merupakan anak seorang pemimpin, keduanya bersikukuh ingin mendapatkan gadis tersebut hingga saling berkelahi. Perkelahian tersebut menyebabkan meninggalnya putra Raja Sumedang Larang.
Berdasarkan keputusan mahkamah yang ditengah-tengahi Cirebon, Indramayu diharuskan membayar ganti rugi atas kematian putra raja Sumedang guna menghindari terjadinya perang antardua negara yang bersahabat.
Kerajaan Sumedang Larang pun kemudian mengajukan agar Indramayu menyerahkan tanah Lelea sebagai ganti rugi. Pengajuan itu pun lalu disetujui.
Setelah peristiwa lepasnya tanah Lelea dari wilayah Indramayu, Pangeran Darma rupanya merasa tak rela. Dia pun diam-diam mencari cara untuk mengembalikan tanah leluhurnya tersebut.
Dengan catatan, cara merebut kembali tanah Lelea itu harus dilakukan dengan teknik halus sehingga Indramayu tidak dikuncilkan negara-negara di sekelilingnya.
Pangeran Darma saat itu kemudian menyamar menjadi seorang wanita cantik jelita seusai mengetahui kelemahan Raja Sumedang Larang yang paling tidak tahan melihat wanita cantik.
Bermodalkan rupa yang menawan, Pangeran Darma tampak sempurna bahkan melebihi kecantikan wanita-wanita pada umumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/nama-kantor-desa-kasmaran-kecamatan-widasari-kabupaten-indramayu.jpg)