Minggu, 12 April 2026

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Petugas Medis di Bandara Soetta, Polisi Periksa CCTV

Yusri mengatakan penyidik juga telah meminta keterangan dari terduga oknum petugas medis yang berinisial EFY terkait kasus tersebut.

Editor: Ravianto

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Polda Metro Jaya menelusuri dugaan kasus pelecehan dan pemerasan petugas medis terhadap seorang wanita penumpang pesawat berinisial LHI (23) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya juga telah meminta rekaman CCTV kepada pengelola Bandara Soekarno-Hatta untuk menelusuri kasus tersebut. ( korban pemerasan dan pelecehan seksual di bandara Soetta akan dipanggil polisi )

"Upaya-upaya yang dilakukan Polres Bandara Soetta telah bekerja sama dengan airport center yang ada di Bandara Soetta untuk meminta CCTV yang ada," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Yusri mengatakan penyidik juga telah meminta keterangan dari terduga oknum petugas medis yang berinisial EFY terkait kasus tersebut.

Sebaliknya, pihaknya juga telah memeriksa PT Kimia Farma selaku penyalur dan penanggung jawab petugas medis atau dokter di Bandara Soetta.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pelaksana Rapid Test dalam hal ini PT Kimia Farma yang penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi karena kita pingin tau dia pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya memeriksa oknum petugas medis berinisial EFY yang diduga melecehkan dan memeras penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

Insiden ini pertama kali diceritakan seorang warganet yang belakangan diketahui LHI (23).

"Kita sudah lakukan klarifikasi petugas kesehatan pada saat itu yang merupakan petugas kesehatan dari PT Kimia Farma," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Namun demikian, Yusri enggan membeberkan identitas terduga petugas kesehatan tersebut.

Dia menyebutkan penyidik masih mendalami peristiwa tersebut.

Menurut Yusri, kejadian bermula ketika LHI mengunggah kicauan di akun twitter miliknya @listongs.

Dalam cerita itu, LHI mengaku telah menjadi korban pemerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum petugas medis di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

"Sekitar beberapa hari yang lalu di mana si L ini melakukan cuitan di twitter bahwa pada saat yang bersangkutan mau berangkat ke Nias pada saat itu agar untuk di rapid tes dulu," ungkap Yusri.

Namun, Yusri mengatakan hasil rapid tes LHI ternyata hasilnya reaktif. Selanjutnya, oknum petugas medis tersebut menawarkan bisa mengubah hasil tes rapid tes itu asalkan diberikan sejumlah uang.

"Si petugas kesehatan tawari untuk bisa diubah hasil rapid test nya agar bisa aktif itu. Tetapi dengan syarat harus disiapkan Rp 1,4 juta dan yang bersangkutan melakukan transfer. Tetapi lanjut dari situ dia dilakukan pelecehan," jelasnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved