Rabu, 15 April 2026

Lihat Koleksi Senjata Militer, Jelajahi Pusdik Armed di Cimahi

Sejumlah bangunan tua dan senjata militer peninggalan masa penjajahan Belanda masih terlihat kokoh dan terawat di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pus

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Sejumlah bangunan tua dan senjata militer peninggalan masa penjajahan Belanda masih terlihat kokoh dan terawat di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Sejumlah bangunan tua dan senjata militer peninggalan masa penjajahan Belanda masih terlihat kokoh dan terawat di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed).

Saat ini Pusdik Armed yang berlokasi di Jalan Baros, Kota Cimahi, sudah dijadikan sebagai tempat menimba ilmu militer oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Tempat tersebut sangat menarik untuk dijelajah karena tempat ini merupakan sarana pendidikan para tentara menggunakan artileri medan atau pengetahuan kesenjataan.

Di tempat tersebut, terdapat sejumlah senjata berat jarak jauh, semisal meriam peninggalan Belanda.

Terbaru, Pusdik Armed memiliki roket MLRS Astros MK II buatan Brazil, meriam 155 mm Caesar buatan Perancis, meriam 155 mm KH-179 buatan Korea Selatan dan Meriam GS M109A4-BE 155 mm buatan Amerika serikat.

Saat Tribun Jabar berkunjung ke Pusdik Armed bersama Komunitas Tjimahi Heritage, Minggu (14/10/2018), terlihat Honisut kaliber 19,01 cm buatan Inggris tahun 1942 yang berdiri gagah di depan gerbang.

Setelah beberapa meter melewati gerbang utama, langsung terlihat sejumlah meriam lain dipajang di setiap sudut Pusdik Armed.


Ibunda Roro Fitria Meninggal Dunia, Cobaan Tiada Henti Menimpa Sang Penari

Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed)
Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed) (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Tak jauh dari itu terdapat juga beberapa kendaraan militer seperti tank. Kendaraan tersebut diperbolehkan untuk diabadikan oleh pengunjung termasuk peserta jelajah dari Komunitas Tjimahi Heritage.

Bahkan pengunjung juga diperbolehkan untuk menaiki beberapa kendaraan militer itu. Mereka naik turun kendaraan militer yang tampak gagah dengan warna hijau khas militer.

Selain itu, terdapat juga lapangan bola yang hijau dan rapi, ada juga sebuah monumen dengan nama-nama dari berbagai kesatuan dan hal lain yang menarik dari Pusdik Armed adalah suasana yang bersih, hijau, sehingga kondisinya tampak asri.

"Pusdik-Pusdik yang ada di Kota Cimahi (termasuk Pusdik Armed) merupakan peninggalan dari zaman ganisun Hindia Belanda," ujar Ketua Komunitas Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok saat ditemui di Pusdik Armed, Minggu (14/10/2018).

Ibunda Roro Fitria Meninggal Dunia, Cobaan Tiada Henti Menimpa Sang Penari

Hanya saja, kata Machmud, untuk di Pusdik yang lain persenjataannya bukan senjana yang zaman lampau, tetapi Pusdik Armed memiliki senjata zaman lampau atau zaman Verenigde Oost Compagnie (VOC) abad ke-18.

"Yang luar biasa ada meriam sapu jagat yang dari zaman VOC sampai sekarang masih bisa berpungsi. Tapi untuk senjata yang lain ada yang sudah dimuseumkan dan dulu hanya disimpan di gudang," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved