Selasa, 7 April 2026

Prosesi Wisuda Universitas BSI Diwarnai Rasa Haru, Ini Penyebabnya

Universitas BSI Gelar Wisuda Angkatan X Tahun Akademik 2017/2018. Menurut Wakil Rektor I UBSI, Dwiza Riana, ada dua momen penting yang diwarnai haru

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Universitas BSI Bandung menggelar Wisuda Angkatan X Tahun Akademik 2017/2018, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Prosesi pengangkatan sumpah dan janji di acara graduasi Universitas BSI (UBSI) Bandung yang digelar di salah satu hotel kawasan Jalan Suci, Kota Bandung, diwarnai rasa haru.

Pasalnya, tiga mahasiswa USBI asal Palu gagal diambil janji setelah dipastikan tak bisa hadir di acara tersebut. Ketiganya gagal mengikuti proses janji sebagai mahasiswa baru karena terkena dampak gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Meski demikian, prosesi pengangkatan janji tetap berlangsung di sela Wisuda Program Profesi Ners dari Fakultas Keperawatan (Fika) Angkatan X Tahun Akademik 2017/2018 dan Angkat Janji Program Profesi Ners Angkatan X.

Maruf Amin ke Purwakarta, Ikuti Doa Bersama dan Turut Urunan Bagi Korban di Sulteng [VIDEO]

Edisi Rabu 3 Oktober 2018, Komdis PSSI Tak Adil Beri Sanksi untuk Persib Berlebihan [VIDEO HEADLINE]

Menurut Wakil Rektor I UBSI, Dwiza Riana, ada dua momen penting yang diwarnai haru dan bahagia dalam acara itu yakni momen bersedih dalam pengangkatan janji mahasiswa baru serta momen bahagia saat mewisuda mahasiswa yang sudah lulus.

"Ketiga mahasiswa asal Palu memang tidak bisa datang. Kami baru saja mendengar kabar bahwa mereka selamat namun belum memungkinkan ke Bandung," ujar Riana.

Menurut Riana, dengan kondisi yang seperti ini, pihak kampus memberikan kelonggaran khusus kepada ketiganya untuk bisa melaksanakan pengucapan janji kapan saja saat mereka bisa datang ke Bandung.

"Ini kondisi luar biasa, tentu saja kami memberikan keleluasaan kepada ketiganya, apalagi sekolah keperawatan itu boleh dibilang tidak murah," katanya.

Menurut Riana, wisuda profesi Ners ini sangat penting sebagai jenjang profesi lanjutan setelah para mahasiswa merampungkan tugas belajar sebagai Ners selama satu tahun.

Program profesi Ners, kata dia, merupakan program lanjutan Fakultas Keperawatan yang ditempuh selama empat tahun dan dilanjutan dengan program profesi selama satu tahun.

Jelang Laga Napoli vs Liverpool di Liga Champions, Mohamed Salah Dapat Saran dari Juergen Klopp

Timses Jokowi Minta Polri Usut Tuntas Pelaku Penyebaran Hoax Tentang Ratna Sarumpaet

Materi belajarnya pun terdiri dari 60 persen praktik lapangan langsung di rumah sakit besar berkategori A, yang ada di Jawa Barat seperti RS Hasan Sadikin Bandung, RSUD Kota Bandung, RS Jiwa Jawa Barat dan lainnya sebagai spesialisasi profesi Ners bidang keperawatan.

Wisudawan Ners, kata Riana, jumlahnya terbatas yakni hanya 17 orang yang diangkat sumpah dan 11 orang yang diangkat janji. Minus tiga mahasiswa Palu, mahasiswa yang diangkat janji hanya terdiri dari 8 mahasiswa saja.

"Wisudawan ini terdiri dari berbagai daerah yang ada di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Papua, NTT, Makasar, Sulawesi dan propinsi lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Prodi Profesi Ners UBSI, Sri Hayati, mengatakan bahwa tahun ajaran ini, mahasiswa baru Profesi Ners meningkat yakni 11 orang.

“Dari tahun ke tahun lewat promosi alumni ini cukup efektif perkembangannya. Kami berkomitmen untuk terus menciptakan lulusan terbaik dan mendapat tempat di masyarakat," harap Sri. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved