Selasa, 7 April 2026

Mahasiswa Langlangbuana Belajar Jurnalistik ke Tribun Jabar

Berdasarkan survei Nielson gelombang ketiga (Juli-September) 2017, Tribun Jabar menempati posisi tiga dalam daftar 20 koran

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Kisdiantoro
Mahasiswa Universitas Langlangbuana berkunjung ke kantor Tribun Jabar untuk belajar ilmu jurnalistik, Kamis (2/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kisdiantoro

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Langlangbuana, berkunjung ke kantor Tribun Jabar untuk belajar ilmu jurnalistik, Kamis (2/11/2017).

Pemimpin Redaksi Tribun Jabar Yusran Pare yang menerima kunjungan mahasiswa menjelaskan posisi Tribun Jabar di antara media-media yang ada.

Berdasarkan survei Nielson gelombang ketiga (Juli-September) 2017, Tribun Jabar menempati posisi tiga dalam daftar 20 koran terbanyak dibaca di Indonesia.


Menurut Yusran Pare, itu tak terlepas dari usaha Tribun Jabar untuk menyesuaikan diri.

Mahasiswa Universitas Langlangbuana berkunjung ke kantor Tribun Jabar untuk belajar ilmu jurnalistik, Kamis (2/11/2017).
Mahasiswa Universitas Langlangbuana berkunjung ke kantor Tribun Jabar untuk belajar ilmu jurnalistik, Kamis (2/11/2017). (Tribun Jabar/Yulis)

"Berita-berita Tribun semakin singkat dan padat, menghibur, dan easy reading," katanya. 

Ia pun menjelaskan perkembangan media di era digital, termasuk upaya Tribun Jabar mengembangkan media online.

Baca: Jangan Sampai Kelewatan! Besok Kickfest Dibuka, Brand Kelas Wahid Ikut Pameran di Lap Pusenif

Satu di antara peserta kunjungan, misalnya, menanyakan kemungkinan media-media cetak beralih ke  media online.

Mahasiswa Universitas Langlangbuana berkunjung ke kantor Tribun Jabar untuk belajar ilmu jurnalistik, Kamis (2/11/2017).
Mahasiswa Universitas Langlangbuana berkunjung ke kantor Tribun Jabar untuk belajar ilmu jurnalistik, Kamis (2/11/2017). (Tribun Jabar/Yulis)

Yusran Pare mengakui peralihan media cetak ke media online sudah terjadi sejak dua tahun terakhir.

Diskusi makin seru ketika mahasiswa bertanya soal kerja wartawan, cara membedakan berita hoaks, kecepatan dalam pemberitaan, bahkan hingga aspek-aspek yang disurvei Nielson. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved